Jakarta

Pengumuman! Bandara Halim dan Soekarno-Hatta Tutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Cek Info Lengkapnya

M Rahman Akurat | 6 September 2026, 12:32 WIB
Pengumuman! Bandara Halim dan Soekarno-Hatta Tutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Cek Info Lengkapnya
Bandara Halim ditutup sementara imbas erupsi Anak Krakatau.

AKURAT JAKARTA — Operasional penerbangan di dua bandara utama DKI Jakarta dan sekitarnya, yakni Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), terpaksa ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026).

Langkah darurat ini diambil setelah adanya indikasi kuat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang membahayakan keselamatan penerbangan.

Baca Juga: Heboh Dentuman Keras di Jawa Barat, Kepala Badan Geologi Beberkan Penyebabnya, Ada Kaitan dengan Erupsi Gunung Anak Krakatau?

Penutupan Bandara Halim Perdanakusuma Diperpanjang hingga Pukul 17.30 WIB

Penutupan operasional di Bandara Halim Perdanakusuma yang semula dijadwalkan hingga pukul 10.00 WIB, kini resmi diperpanjang akibat situasi yang belum membaik.

"Sudah diperpanjang hingga pukul 17.30 WIB," ujar Executive General Manager Operasional, Kolonel Pnb Ali Sudibyo, Minggu (6/9/2026).

Kebijakan mitigasi ini didasarkan pada hasil paper test dari unit Meteorologi di area bandara yang menunjukkan hasil positif adanya abu vulkanik di wilayah operasional.

Melalui koordinasi ketat antara Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah Kerja I, AirNav Indonesia, dan para pemangku kepentingan, diterbitkan NOTAM A3345/26 terkait penutupan tersebut.

Baca Juga: Mengulang Kesuksesan Sang Legenda, Honda Supra X Cross 125 Segera Hadir di Segmen Bebek Trail dengan Banyak Keunggulan

Hingga pukul 10.00 WIB, tercatat ada 10 penerbangan yang berpotensi terdampak, meliputi 8 penerbangan keberangkatan dan 2 kedatangan.

Pihak maskapai kini tengah memproses kompensasi penumpang berupa refund tiket maupun penjadwalan ulang (reschedule) sesuai regulasi yang berlaku.

Bandara Soekarno-Hatta Terdampak: 209 Penerbangan dan 22 Ribu Penumpang Terganggu

Langkah serupa juga diambil Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Berdasarkan hasil paper test Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pagi hari, wilayah udara bandara positif terpapar abu vulkanik.

Melalui NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26, penutupan wilayah udara diperpanjang hingga pukul 17.30 WIB.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa penutupan ini berdampak masif pada operasional penerbangan.

"Tercatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak. Total penumpang terdampak pada periode penutupan ini mencapai 22.798 penumpang," jelas Lukman.

Baca Juga: Mengulang Kesuksesan Sang Legenda, Honda Supra X Cross 125 Segera Hadir di Segmen Bebek Trail dengan Banyak Keunggulan

.Rute dengan dampak penundaan dan pembatalan tertinggi meliputi: domestik Utama: Makassar (UPG) dengan 16 pergerakan pesawat.

Internasional Utama: Singapura (SIN) dengan 11 pergerakan pesawat.

Secara rinci, pada sektor internasional terdapat 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali yang mencakup rute Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.

Sementara pada sektor domestik, terdapat 4 pembatalan dan 1 pengalihan penerbangan (divert) untuk rute Lampung, Denpasar, dan Surabaya.

Kondisi Pesawat di Apron Dipastikan AmanMeski aktivitas penerbangan lumpuh, Kemenhub memastikan seluruh pesawat yang sedang Remain Over Night (RON) berada dalam posisi aman di area apron. Sebanyak 170 pesawat disiagakan dengan rincian:

  • 66 pesawat di Terminal 1

  • 51 pesawat di Terminal 2

  • 49 pesawat di Terminal 3

  • 4 pesawat di Terminal Kargo

Pihak otoritas bandara dan maskapai mengimbau calon penumpang untuk terus memantau saluran komunikasi resmi seperti email dan telepon guna mendapatkan pembaruan status penerbangan terbaru dan menghindari penumpukan di area terminal. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.