Sebanyak 6.440 KK di Wonogiri Terdeteksi Judol, Psikologi Ungkap Alasan Orang Terjebak Iming-iming Menang

AKURAT JAKARTA - Sebanyak 6.440 kepala keluarga (KK) penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, terdeteksi melakukan transaksi judi online (judol).
Temuan tersebut tersebar di seluruh kecamatan dan berdampak pada penyaluran sejumlah bansos, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Kepala Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB P3A) Wonogiri, Anton Tiyas Harjanto, mengatakan transaksi terdeteksi melalui akun e-wallet atau e-money yang terhubung dengan data penerima.
Kasus tersebut menarik jika dilihat bukan hanya sebagai persoalan penyaluran bansos, tetapi juga dari sisi psikologi.
Mengapa seseorang yang menerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup tetap bisa tergoda memasukkan uang ke aktivitas yang berisiko kehilangan uang?
Salah satu konsep psikologi yang dapat membantu memahami fenomena ini adalah present bias, yakni kecenderungan seseorang memberikan bobot lebih besar pada keuntungan yang bisa diperoleh sekarang dibanding manfaat yang baru dirasakan di masa depan.
Judi online menawarkan imbalan yang terlihat sangat dekat.
Seseorang cukup memasang taruhan dan menunggu hasil dalam waktu singkat.
Sensasi tersebut berbeda dengan manfaat bansos yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti pangan atau kebutuhan keluarga.
Masalahnya, imbalan cepat juga disertai risiko kehilangan uang.
Pada sebagian orang, dorongan mengejar hasil instan dapat membuat risiko jangka panjang menjadi kurang diperhitungkan.
Karena itu, keputusan yang sebenarnya merugikan dapat tetap terasa menarik pada saat pilihan tersebut dibuat.
Meski demikian, temuan transaksi judi online tidak otomatis berarti seluruh penerima menggunakan dana bansos untuk berjudi.
Anton menegaskan, sistem hanya mendeteksi adanya transaksi judol yang terhubung dengan akun penerima atau anggota keluarga dalam satu KK.
"Memang ada yang dana bansos yang dipakai untuk judol, ada juga yang tidak dipakai untuk judol," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





