Waspada! BPBD DKI Ingatkan Potensi Longsor di 9 Kecamatan di Jakarta pada Pertengahan Maret 2026, Berikut Titik Lokasinya

AKURAT JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan adanya potensi gerakan tanah atau tanah longsor di 9 kecamatan di Jakarta pada Maret 2026.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Muhammad Yohan, mengatakan, prakiraan tersebut disusun berdasarkan analisis peta zona kerentanan gerakan tanah yang dikombinasikan dengan data prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG.
"Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di DKI Jakarta masuk dalam kategori zona menengah potensi gerakan tanah," ujar Yohan dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Jangan Nekat Mudik Pakai Motor Sebelum Cek Ini! 5 Komponen Penting yang Sering Terlupakan
Wilayah tersebut berada di Kota Administrasi Jakarta Selatan yang meliputi 7 kecamatan, yakni Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.
Selain itu, di Jakarta Timur potensi serupa terdapat di 2 kecamatan, yaitu Kramat Jati dan Pasar Rebo.
Yohan mengatakan bahwa zona menengah merupakan daerah yang memiliki potensi gerakan tanah apabila terjadi curah hujan di atas kondisi normal.
"Pada zona menengah, gerakan tanah dapat terjadi terutama di daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, maupun tebing jalan, serta pada lereng yang mengalami gangguan," katanya.
Ia menjelaskan, potensi tersebut meningkat ketika intensitas hujan tinggi terjadi secara terus-menerus sehingga menyebabkan kondisi tanah menjadi labil.
Selain zona menengah, PVMBG juga menjelaskan karakteristik zona tinggi, yakni daerah yang memiliki potensi besar terjadi gerakan tanah saat curah hujan di atas normal, termasuk kemungkinan aktifnya kembali pergerakan tanah lama.
Yohan mengimbau jajaran pemerintah wilayah mulai dari lurah dan camat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah antisipasi di wilayah masing-masing.
"Kami mengimbau kepada para lurah, camat, serta masyarakat agar tetap waspada dan mengantisipasi potensi gerakan tanah, khususnya saat curah hujan berada di atas normal," ujarnya.
BPBD DKI Jakarta juga meminta masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai, tebing, maupun wilayah dengan kontur tanah miring untuk lebih berhati-hati dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah.
Upaya mitigasi yang dapat dilakukan antara lain memastikan saluran air berfungsi dengan baik, menghindari pemotongan lereng tanpa pengamanan, serta meningkatkan kesiapsiagaan lingkungan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
BPBD DKI memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan potensi kebencanaan sebagai langkah mitigasi guna meminimalkan risiko terhadap masyarakat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







