Jakarta

Timur Tengah Memanas Imbas Perang Iran vs Israel, Menhub: 11 Maskapai Internasional Batalkan Penerbangan, Ini Daftarnya!

M Rahman Akurat | 1 Maret 2026, 18:05 WIB
Timur Tengah Memanas Imbas Perang Iran vs Israel, Menhub: 11 Maskapai Internasional Batalkan Penerbangan, Ini Daftarnya!
Ilustrasi - Sejumlah maskapai batalkan penerbangan ke Timur Tengah.

AKURAT JAKARTA – Eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran berdampak signifikan pada sektor penerbangan global.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan sejumlah maskapai internasional resmi membatalkan rute penerbangan mereka demi alasan keamanan.

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengonfirmasi bahwa banyak maskapai yang memilih berhenti beroperasi sementara, terutama untuk rute yang melintasi ruang udara Timur Tengah.

Baca Juga: Malas di Hari Senin Setelah Libur Akhir Pekan? Terapkan 4 Strategi Ini dan Lihat Perubahannya

Hingga Minggu (1/3/2026), setidaknya ada 11 maskapai besar yang menghentikan atau menyesuaikan operasionalnya, yaitu:

  1. Etihad Airways

  2. Qatar Airways

  3. Emirates

  4. Singapore Airlines

  5. Scoot Airlines

  6. Malaysia Airlines

  7. Philippine Airlines

  8. Indigo Airlines

  9. SriLankan Airlines

  10. China Southern Airlines

  11. Ethiopian Airlines

Sedangkan Saudia Airlines, saat ini dilaporkan masih memantau situasi secara ketat di beberapa kota tujuan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Serap Aspirasi Masa Reses di Probolinggo, Ketua Komisi XI DPR Misbakhun Ajak Warga Sukseskan Program MBG dan KDMP

Kabar baik bagi penumpang domestik, Menhub memastikan dua maskapai nasional, Garuda Indonesia dan Lion Air, hingga saat ini belum terdampak secara langsung.

"Penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah masih berjalan normal. Namun, untuk rute Garuda Indonesia menuju Amsterdam, dilakukan pengalihan rute (reroute) melalui Kairo, Mesir," jelas Dudy.

Beberapa negara telah mengambil langkah ekstrem dengan menutup ruang udara untuk penerbangan komersial maupun pribadi, di antaranya:

  • Qatar

  • Uni Emirat Arab (UEA)

  • Bahrain

  • Kuwait

  • Irak

  • Suriah

Kemenhub meminta maskapai dan pengelola bandara memastikan hak penumpang tetap terpenuhi. Proses penanganan penumpang harus sesuai prosedur.

Baca Juga: Prediksi Skor AS Roma vs Juventus di Serie A, 2 Maret 2026: Giallorossi Uji Mental Bianconeri

Menhub Dudy juga menekankan pentingnya koordinasi dengan AirNav Indonesia dan otoritas asing untuk memperbarui informasi keamanan udara.

"Kami mengimbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang secara aktif memantau perkembangan informasi, terutama bagi yang berencana melakukan perjalanan Umroh," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.