400 Pesepeda Rayakan Hari Pahlawan dengan Gowes Asta Cita ke RT08 Malaka Jaya: Dari Lorong Sempit, Indonesia Bersinar untuk Dunia

AKURAT JAKARTA - Lebih dari 400 pesepeda dari berbagai komunitas sepeda di Jakarta, merayakan Hari Pahlawan dengan “Gowes Asta Cita” di Media Percontohan Pencegah Krisis Planet RT08/RW04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Mereka berasal dari komunitas pesepeda antara lain: Bike to work Indonesia (B2W Indonesia) dan Forum Komunikasi Sepeda Jakarta Timur (FKSJT).
Gowes Asta Cita digelar di Media Percontohan Pencegah Krisis Planet RT8 Malaka Jaya, sebuah lorong kecil yang kini menjadi ikon nasional dan Internasional dalam inovasi lingkungan dan SDGs.
Kegiatan Gowes Asta Cita ini dihadiri oleh Sekretaris Kota Jakarta Timur, Eka Darmawan; Camat Duren Sawit, Kelik Sutanto, dan Kepala Kelurahan Malaka Jaya, Dhimas.
Hadir juga anggota Dewan Kota Jakarta Timur, Presiden B2W Indonesia Hendro Subroto; Ketua FKSJT Danny Sanki; serta para pelaku UMKM lokal.
Diketahui, RT8 Malaka Jaya menggemparkan publik setelah inovasinya kolam lele di atas U-ditch atau sumur resapan dalam, dan pembuatan lubang resapan biopori yang berhasil “mengusir” kendaraan parkir.
Selain itu, inovasi lainnya antara lain: tanaman produktif, kompos mandiri, dan penggunaan lampu tenaga matahari. Semua inovasi RT08 Malaka Jaya ini mendapat perhatian dari media internasional.
RT8 Malaka Jaya juga menjadi RT pertama di Indonesia yang tampil di televisi internasional yaitu CCTV China dan diakui oleh International Board of Standards (USA).
Baca Juga: All New Innova Reborn 2025: Gak Cuma Bikin Ganteng Dijalan Tapi Juga Bikin Irit Pengeluaran BBM
Hari ini, Minggu (23/11/2025), 400 pesepeda datang bukan hanya untuk berolahraga, tetapi belajar langsung bagaimana lorong kecil dapat menjadi model global untuk menghadapi Triple Planetary Crisis: perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Dalam sambutannya, Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan menyampaikan rasa bangga, karena RT08 Malaka Jaya telah membuktikan bahwa pahlawan itu tidak selalu berasal dari panggung besar.
"Hari ini, pahlawan lahir dari warga, dari komunitas, dari lorong kecil yang menginspirasi dunia,” tandasnya.
Sementara Presiden B2W Indonesia, Hendro Subroto, menegaskan bahwa komunitas sepeda memiliki misi yang sama yaitu mengurangi jejak karbon dari tindakan sehari hari.
“Kami hadir membawa 400 pesepeda ke RT08 Malaka Jaya ini, karena RT08 adalah bukti nyata bahwa mitigasi iklim dapat dimulai dari gang sempit. Ini sejalan dengan spirit B2W, kami pesepeda berkomitmen mengurangi jejak karbon dari tindakan sehari-hari,” tegasnya.
Ketua RT08 sekaligus inisiator Media Percontohan, Dr. Taufiq Supriadi, menyampaikan bahwa kedatangan 400 pesepeda adalah momen bersejarah bagi gerakan rakyat.
“Ini bukan sekadar finish gowes. Ini pertemuan dua kekuatan besar: gerakan lingkungan dari jalan raya, dan gerakan lingkungan dari lorong sempit yang harus mendunia. Inilah wajah baru pahlawan masa kini, pahlawan SDGs,” katanya.
Ini membuktikan bahwa pembangunan lingkungan dan ekonomi rakyat berjalan beriringan. “Jika satu lorong saja bisa menginspirasi dunia, bayangkan 30.511 RT di DKI. Bayangkan 3,3 juta RT-RW di Indonesia,” kata Taufiq.
Kunjungan besar para pesepeda ini memberi dampak langsung bagi ekonomi warga. Belasan UMKM setempat warung jajanan, kedai minuman, kuliner lokal, kopi rumahan, hingga hasil olahan lele menyambut peserta dengan antusias.
“Rasanya seperti Lebaran. Dagangan kami habis, banyak yang baru tahu RT kecil ini punya inovasi besar,” kata salah satu pelaku UMKM. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






