Kondisi JPO dan Halte Di Cakung yang Mengenaskan dan Nyaris Ambruk Akhirnya Ditutup oleh Pemprov

AKURAT JAKARTA - Kondisi mengenaskan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan halte Transjakarta di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur menjadi perhatian serius publik.
Jembatan dan halte yang rusak parah itu akhirnya akan ditutup oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta karena dianggap sudah tidak layak fungsi.
Penutupan ini dilakukan menyusul banyaknya aduan warga terkait kondisi yang membahayakan.
Penutupan akses JPO dan halte Transjakarta yang rusak di Jalan Raya Bekasi ini diumumkan langsung oleh Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo.
"Sebagai tindak lanjut awal, kami akan melakukan penutupan akses pada JPO yang sudah tidak layak untuk difungsikan," kata Heru dikutip dari ANTARA pada Jumat (25/4/2025).
Tindakan ini merupakan respons atas laporan masyarakat tentang kondisi halte dan jembatan yang sudah terbengkalai.
Baca Juga: Catat! Ini 10 Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Setiap Hari Jumat: Terhindar dari Fitnah Dajjal
Halte dan JPO itu bahkan sudah dipasangi garis pengaman berwarna kuning-hitam sebagai tanda bahaya.
Pada beberapa titik, terutama tangga JPO, pagar pengaman sudah hilang, atap rusak, bahkan beberapa bagian struktur jembatan terlihat keropos dan berkarat.
Ini tentu sangat membahayakan, terlebih bagi lansia atau anak-anak yang masih menggunakan fasilitas tersebut.
Baca Juga: Cak Lontong Resmi Jadi Duta Keterbukaan Informasi Publik DKI Jakarta, Siap Edukasi Masyarakat
Tak kalah memprihatinkan adalah kondisi halte Transjakarta di sekitar lokasi.
Banyak bagian halte yang sudah kosong, atap dan kaca pecah, dinding penuh coretan, bahkan akses menuju halte terhalang semak liar dan sampah menumpuk.
Papan nama halte pun nyaris tidak bisa dibaca.
Baca Juga: China Luncurkan Internet 10G Pertama di Dunia, Kecepatan Unduh Hingga 10 Ribu Mbps
Dugaan sementara, bagian atap dan besi-besi halte dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Heru menambahkan bahwa pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan beberapa instansi yang terlibat dalam kepemilikan dan pengelolaan aset tersebut, termasuk PT Jakarta Tollroad Development, PT United Tractor, PT Transportasi Jakarta, BPAD Provinsi DKI Jakarta, serta Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.
“Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta akan melakukan rapat dengan instansi terkait dan pemilik aset pada Senin (28/4) untuk menentukan langkah strategis penyelesaian,” jelasnya.
Langkah penutupan ini diharapkan menjadi awal dari penanganan serius terhadap fasilitas publik yang rusak, agar keselamatan warga tetap terjaga dan infrastruktur kota dapat berfungsi secara optimal. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026




