Kemendikdasmen Terkena Efisiensi Anggaran, 400 Ribu Guru Terancam Batal Ikut PPG 2025?

AKURAT JAKARTA - Terkena efisiensi anggaran, Mendikdasmen Abdul Mu'ti buka suara soal isu dampak kedepan yang menyasar program prioritas dibawah kepimpinannya.
Dalam sebuah wawancara, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa kebijakan tersebut tak menyasar program penting yang sudah berjalan seperti PIP, Dana BOS hingga sertifikasi guru.
Sebab katanya, kebijakan efisiensi anggaran tidak akan menyasar pada hajat hidup orang banyak dalam hal ini utamanya pelajar, guru dan tenaga pengajar.
Baca Juga: Kena Semprot DPR RI, Dirut TVRI dan RRI Batal PHK Karyawan Ditengah Badai Efisiensi Anggaran
"Untuk PIP, dana bantuan operasional (BOS), sertifikasi guru itu kebijakan yang ada sangkut pautnya dengan hajat hidup masyarakat, makanya tetap dipertahankan," ucap dia.
Ia juga menambahkan bahwa dampak efisiensi akan lebih condong kepada penghilangan kegiatan yang bersifat operasional.
Sehingga adanya efisiensi anggaran yang diterapkan pada Kemendikdasmen, Abdul Mu'ti pastikan kementeriannya tidak akan mengalami kendala apapun.
"Kami nggak pakai istilah pemangkasan, tapi penyesuaian atau efisiensi. Di Kemendikdasmen yang diefisiensikan adalah kegiatan operasional saja, (kebijakan efisiensi) tak ada pengaruh," jelasnya.
Selain itu, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Pria yang pernah menjabat menjadi sekjen PP Muhammadiyah ini sempat menyinggung mengenai Program Profesi Guru (PPG) 2025.
Abdul Mu'ti mengungkap bahwa tahun ini pemerintah hanya akan membiayai sekitar 400.000 guru dari target awal sejumlah 806.000 guru untuk mengikuti PPG 2025.
"Pemerintah belum bisa menyediakan secara penuh untuk 806 ribu orang, hampir separuhnya tetap dapat dibiayai tahun 2025. Jadi yang sudah disepakati sekitar 400 sekian ribu untuk PPG tahun 2025,”kata Mu'ti dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR dikutip dari akun YouTube Tv Parlemen, Kamis (13/2).
Meski begitu, ia mengatakan pihaknya tetap berusaha untuk memastikan program ini berjalan maksimal sesuai arahan Prabowo.
"Pelaksanaan pendidikan profesi guru (PPG) juga tetap berjalan, baik untuk ASN maupun non-ASN yang belum memiliki sertifikasi profesi. Ini sejalan dengan arahan Presiden," katanya lagi.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





