Kena Efisiensi Anggaran Sebesar 50 Persen, BMKG Khawatirkan Informasi Gempa-Tsunami Jadi Tak Akurat, Pihak Istana: Itu Tidak Benar

AKURAT JAKARTA - Istana akhirnya buka suara terkait pemangkasan anggaran di Badan Meteorologi dan Geofisika sebanyak 50 persen yang berdampak pada alat pendeteksi gempa dan informasi cuaca.
Kepada para wartawan, Hasan Nasbi menyebut bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak akan memengaruhi empat hal.
Salah satunya adalah terkait pelayanan publik termasuk dalam hal mitigasi bencana.
Baca Juga: Berikut Jadwal Lengkap Pengumuman Administrasi PPPK Tahap 2,
"Gaji pegawai, layanan dasar prioritas pegawai, layanan publik, bantuan sosial. Jadi mitigasi bencana merupakan layanan publik yang dipastikan optimal," ujarnya.
Ia pun kembali menegaskan bahwa kabar pemotongan anggaran tersebut tidaklah benar.
Meski begitu, Kepala Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia enggan menyebut jumlah pemangkasan anggaran di BMKG.
"Tidak benar anggaran BMKG terkena efisiensi sebesar 50%. Silahkan cek lagi ke BMKG untuk data terbaru," tuturnya lagi.
Adapun sebelumnya, isu pemotongan anggaran di wilayah BMKG sebesar 50 persen dikabarkan akan berdampak pada akurasi informasi cuaca dan gempa bumi.
Hal itu telah disampaikan oleh Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerja sama BMKG Muslihhuddin yang menyatakan bahwa ketepatan akurasi informasi cuaca, iklim, gempa bumi, dan tsunami akibat efisiensi anggaran akan mengalami penurunan.
"Ketepatan akurasi informasi cuaca, iklim, gempa bumi dan tsunami menurun dari 90% menjadi 60% dan kecepatan informasi peringatan dini tsunami dari 3 menit turun menjadi 5 menit atau lebih dan jangkauan penyebarluasan informasi gempa bumi dan tsunami menurun 70%," kata Muslihhuddin dilansir dari Antara, Selasa (11/2).
Kendati demikian, Muslihhuddin menyebut bahwa BMKG tetap akan mendukung adanya efisiensi anggaran yang diintruksikan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan merujuk pada surat Menteri Keuangan Nomor S-37/MK.02/2025, dimana target pemotongan anggaran BMKG senilai Rp 1,423 triliun atau 50,35% dari anggaran semula senilai Rp 2,826 triliun.
Namun untuk saat ini pihaknya sedang mengajukan permohonan dispensasi anggaran agar tercapainya ketahanan nasional dan keselamatan masyarakat Indonesia dari ancaman bencana. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





