Anggaran Makan Bergizi Gratis Berubah Jadi Rp10 Ribu Per Anak, Zulhas Sebut Menu Akan Dikaji Kemenkeu dan Ahli Gizi

AKURAT JAKARTA - Anggaran makan bergizi gratis kini bakal dipangkas menjadi Rp10.000 per porsi dari semula dana yang dialokasikan Rp15.000.
Perubahan anggaran makan bergizi gratis tersebut jelas menuai polemik dikalangan masyarakat.
Dimana hal tersebut dinilai tidak sesuai dengan harga pangan saat ini.
Masyarakat mengkhawatirkan akan kebutuhan menu pangan per porsi yang tidak seimbang apabila anggaran yang dialokasikan lebih rendah dari sebelumnya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau yang akrab di sapa Zulhas menyebut bahwa menu makanan pada makan bergizi gratis akan mengalami penyesuaian.
Baca Juga: Miris, Remaja 14 Tahun Tega Bunuh Ayah dan Neneknya Sendiri Karena Bisikan Gaib
Dimana hal tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama Kementerian Keuangan, Badan Gizi dan Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
"Badan Gizi anggarannya total Rp 71 triliun, tetapi apa isinya tentu itu dibahas dengan Menteri Keuangan, Badan Gizi, Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Itu dibahas di situ, tapi dalam pelaksanaannya nanti di bawah saya," kata Zulhas
Senada dengan Zulhas, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dalam kesempatan yang berbeda juga menegaskan bahwa program makan bergizi gratis (MBG) dengan anggaran baru yang dipatok Rp 10.000 per anak dalam implementasinya, akan disesuaikan dengan kondisi harga bahan makanan di daerah masing-masing.
"Hitungan APBN itu adalah Rp 15.000 per anak, tapi nanti kan fleksibel tergantung setiap harga makanan di daerah," kata Dadan kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Adapun sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkap bahwa per porsi makan bergizi gratis akan ditetapkan sebesar Rp 10 ribu dari pertimbangan awal yang ingin dialokasikan Rp 15.000 per anak.
Namun keinginan tersebut harus pupus lantaran anggaran yang tidak mencukupi.
"Rata-ratanya kita ingin memberi indeks per anak, per ibu hamil itu Rp 10 ribu per hari, kurang lebih. Kita ingin Rp 15 ribu tapi kondisi anggaran mungkin Rp 10 ribu saja, kita hitung untuk daerah-daerah itu cukup, cukup bermutu dan bergizi," ucap Prabowo di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/11) lalu.
Ia bahkan juga memaparkan hitungan apabila rata-rata keluarga yang mendapatkan bantuan Makan Bergizi Gratis punya sekitar 3-4 anak.
Dengan kata lain, setiap keluarga menurutnya bisa mendapatkan Rp 30 ribu sehari dalam bentuk makanan bergizi.
Sehingga jika dihitung sebulan bisa mencapai Rp 2,7 juta.
"Katakan lah di desil-desil bawah itu kita perkirakan anaknya rata-rata 3-4, berarti tiap keluarga bisa menerima minimal atau rata-rata bisa Rp 30 ribu per hari, ini kalau satu bulan bisa Rp 2,7 juta," beber Prabowo.
Apalagi dalam kebijakannya, Prabowo juga menegaskan bahwa hal tersebut akan berjalan beriringan dengan bantuan-bantuan sosial dan tunjangan sosial lainnya.
Ia yakin bahwa pemerintah dapat mengamankan semua lapisan masyarakat, di antaranya kelompok buruh.
"Saya kira sudah sangat maksimal pada saat ini, tentunya kita ingin perbaiki di saat-saat mendatang," sebut Prabowo. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





