Jakarta

Semakin Mengerikan! Kasus Monkeypox atau Cacar Monyet di Jakarta Capai 11 Kasus di Tahun 2024, Kelompok Ini Paling Rentan Tertular

Yasmina Nuha | 25 Agustus 2024, 22:45 WIB
Semakin Mengerikan! Kasus Monkeypox atau Cacar Monyet di Jakarta Capai 11 Kasus di Tahun 2024, Kelompok Ini Paling Rentan Tertular

AKURAT JAKARTA - Meskipun status pandemi telah dicabut oleh WHO pada 5 Mei 2023, kasus Mpox (Monkeypox) di Indonesia, khususnya di Jakarta, terus menjadi perhatian untuk dicegah penyebaran lebih lanjut.

Menurut data yang diperoleh periode 13 Oktober 2023 hingga 19 Agustus 2024, total ada 59 kasus terkonfirmasi Mpox di wilayah DKI Jakarta dengan berada pada usia 21 sampai 50 tahun.

Sementara, berdasarkan persebaran kasus Mpox di Jakarta tahun 2024, terdapat 11 kasus Mpox yang tersebar di delapan kecamatan di Jakarta.

Baca Juga: Anies Baswedan, Ridwan Kamil hingga Ahok Bakal Diudang dalam Pelantikan Anggota DPRD DKI Periode 2024-2029, Ini Alasannya

Kasus-kasus tersebut ditemukan di Ciracas, Grogol Petamburan, Jatinegara, Kebon Jeruk, Matraman, Pasar Minggu, Tanah Abang dan Tanjung Priok.

Secara rinci, tercatat enam kasus pada Januari 2024, diikuti tiga kasus pada bulan Februari 2024. Kemudian, bulan Mei dan Juni 2024 masing-masing mencatat satu kasus, namun kedua kasus tersebut terjadi di luar Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan pihaknya terus menjalankan sistem cegah tangkal terhadap Mpox dengan berbagai tindakan.

"Meliputi promosi kesehatan terkait pencegahan dan penularan Mpox, pelaporan penemuan kasus melalui rumah sakit dan puskesmas, serta studi kasus kontrol yang memberikan rekomendasi penanganan," Ujar Ani dalam keterangannya, Minggu (25/7/2024).

Ani menjelaskan, hasil studi ini mengidentifikasi kelompok rentan penularan Mpox yaitu, laki-laki berusia 20-40 tahun yang bekerja di luar rumah, memiliki orientasi seksual homoseksual dan biseksual, serta penderita HIV atau IMS.

Baca Juga: Daftar Nama 106 Anggota DPRD Jakarta yang Akan Dilantik Besok, PKS Terbanyak PPP dan Perindo Paling Sedikit

"Kelompok ini diutamakan dalam program edukasi dan promosi kesehatan terkait Mpox," imbuhnya.

Selain itu, ia mengatakan, program vaksinasi Mpox tahun 2023 lalu telah menjangkau 495 orang dari populasi kunci atau kelompok risiko tinggi.

“Hingga saat ini, sebanyak 495 orang telah menerima dosis pertama vaksin, sementara 430 orang telah menerima dosis kedua. Masih tersisa 42 vial vaksin yang akan digunakan sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan berbagai gambaran klinis yang dapat dijumpai pada pasien Mpox pada wabah 2022 dan 2023 lalu.

"Berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, kelelahan tubuh (fatigue) disertai ruam atau lesi berupa lenting atau gelembung kecil keputihan dengan bagian tengah yang berwarna gelap," tuturnya.

Baca Juga: Dharma-Kun Wardana Kembali Mangkir untuk Diperiksa Terkait Laporan Pencatutan KTP, Bawaslu DKI Akan Panggil Lagi

Keterangan lebih detil tentang lesi pada Mpox sebagai berikut:

* Lesi sering terjadi di daerah genital, dubur atau di dalam mulut. Biasanya berawal dari wajah dan/atau genital

* Lesi tidak selalu menyebar di banyak tempat di tubuh, mungkin terbatas pada beberapa lesi bahkan bisa hanya satu lesi.

* Lesi sering terasa nyeri kecuali saat penyembuhan (menjadi gatal)

“Dengan langkah-langkah yang terus dilakukan, diharapkan kasus Mpox di Jakarta dapat diminimalisasi dan masyarakat tetap waspada serta berperan aktif dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit ini,” tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.