Stadion Lebak Bulus, Tempat Bersejarah Bagi The Jak Mania

AKURAT JAKARTA - Stadion Lebak Bulus, pernah menjadi basecamp utama klub kebanggaan warga ibu kota, Persija Jakarta.
Stadion ini memiliki kapasitas penonton sebanyak 12.000 orang dan telah menjadi saksi berbagai momen bersejarah dalam perjalanan Persija.
Stadion yang kokoh ini pertama kali didirikan pada tahun 1987 dan sejak itu telah menjadi saksi bisu bagi perjalanan sukses dan perjuangan Persija Jakarta.
Baca Juga: Sejarah Panjang Tempat Bermain Persija: Dari VIJ ke Jakarta International Stadium
Stadion Lebak Bulus juga memiliki peran penting dalam menciptakan ikatan erat antara klub dan pendukung setianya.
Tidak hanya sebagai tempat pertandingan, Stadion Lebak Bulus juga menjadi lahirnya kelompok pendukung Persija yang legendaris, "The Jakmania."
Kelompok pendukung ini pertama kali terbentuk pada tahun 1997 dan sejak itu telah menjadi kekuatan yang tak terpisahkan dalam mendukung Persija Jakarta.
Baca Juga: Raja Assist Persija Riko Simanjuntak Rekornya Lampaui Legenda Ismed Sofyan
Mengenai hal ini, Richard Achmad Ketua Umum The Jakmania 2015-2017 menyatakan, Stadion Lebak Bulus merupakan rumah bagi Thejakmania mersakan kemenangan dan kekecewaan.
"Stadion Lebak Bulus adalah rumah bagi kami, tempat di mana kami merayakan kemenangan dan merasakan kekecewaan bersama-sama. Kami bangga bisa menjadi bagian dari sejarah Persija di stadion ini," ucapnya.
Stadion Lebak Bulus bukan hanya tempat untuk pertandingan sepak bola, tetapi juga merupakan simbol kebersamaan, semangat, dan cinta kepada klub Persija Jakarta.
Baca Juga: Skema Tarif LRT Jabodebek, Segini Jarak Jauh dan Jarak Dekat
Dengan sejarahnya yang kaya dan kelompok pendukungnya yang fanatik, stadion ini akan terus menjadi tempat yang penuh makna bagi seluruh warga ibu kota dan pencinta sepak bola Indonesia.
Persija Jakarta meraih kesuksesan di Stadion Lebak Bulus, menjadikan stadion ini sebagai tempat bersejarah dalam dunia sepak bola Indonesia yang tak terlupakan.
Persija kemudian tidak menggunakan stadion ini karena tidak sesuai standar BLI (Badan Liga Indonesia).
Stadion ini memiliki kapasitas yang kurang memadai untuk menampung para pendukung Persija Jakarta, The Jakmania. Dari 12.500 kursi yang bisa dijual setiap pertandingan, 5.000 pendukung tidak bisa masuk ke stadion.
Namun, Persitara Jakarta Utara pernah menggunakan stadion ini sebagai tempat penyelenggaran pertandingan kandang, karena stadion Persitara tidak memenuhi standar BLI.
Pada 2013, kawasan stadion ini dihancurkan untuk dibangun sebagai sarana depo Kereta MRT Jakarta. Stadion ini telah dirobohkan pada tahun 2015.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



