Jakarta

BYD Pertimbangkan Boyong Racco ke Indonesia, Mini EV Potensial yang Siap Meramaikan Persaingan Segmen Mobil Listrik Perkotaan

M. Rafix | 14 Juli 2026, 11:00 WIB
BYD Pertimbangkan Boyong Racco ke Indonesia, Mini EV Potensial yang Siap Meramaikan Persaingan Segmen Mobil Listrik Perkotaan
BYD pertimbangkan Racco masuk Indonesia. Mini EV mungil ini siap meramaikan segmen mobil listrik perkotaan.

AKURAT JAKARTA - BYD semakin serius menatap pasar otomotif Indonesia dengan mempertimbangkan kehadiran Racco, mobil listrik mungil yang akan segera diluncurkan di Jepang.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan asal Tiongkok tersebut melihat peluang besar di segmen mobil listrik perkotaan.

Judul ini bukan sekadar wacana, melainkan gambaran nyata tentang bagaimana Racco bisa menjadi mini EV potensial yang siap meramaikan persaingan di Tanah Air.

Racco sendiri dirancang khusus untuk pasar Jepang dengan konsep kei car listrik.

Desainnya bergaya super tall wagon yang memberi kesan ringkas sekaligus lapang di bagian kabin.

Keunikan lain yang membuatnya berbeda adalah penggunaan pintu geser, menjadikannya kei car listrik pertama di Jepang dengan fitur tersebut.

Meski berukuran mungil, Racco tetap menawarkan kenyamanan dan kepraktisan yang relevan dengan kebutuhan mobilitas harian masyarakat perkotaan.

Dari sisi performa, BYD menghadirkan tiga varian. Racco 200 memiliki jarak tempuh hingga 200 km, sedangkan Racco 300 Plus dan Racco 300 Premium mampu mencapai 320 km berdasarkan pengujian WLTC.

Angka ini cukup kompetitif untuk ukuran mini EV, sekaligus memberi fleksibilitas bagi konsumen dalam memilih sesuai kebutuhan mobilitas mereka.

Dengan daya jelajah yang memadai, Racco berpotensi menjadi solusi efisien bagi pengguna di kota besar Indonesia yang membutuhkan kendaraan praktis namun tetap ramah lingkungan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rafix
M
Editor
M. Rafix