Thomas Frank Resmi Ditunjuk Tottenham Hotspur: Selamat Tinggal Postecoglou, Selamat Datang Era Baru!

AKURAT JAKARTA - Tottenham Hotspur membuka lembaran baru dalam sejarah klub mereka dengan menunjuk Thomas Frank sebagai pelatih kepala yang baru.
Pengumuman resmi datang hanya dua pekan setelah euforia kemenangan di Liga Europa yang ternyata menjadi momen perpisahan bagi Ange Postecoglou.
Postecoglou, yang sukses mempersembahkan trofi pertama Spurs dalam 17 tahun lewat kemenangan 1-0 atas Manchester United di Bilbao, justru didepak hanya 16 hari setelah laga bersejarah tersebut.
Meski mengakhiri paceklik gelar Eropa, manajer asal Australia itu gagal menyelamatkan posisinya akibat performa buruk di Premier League.
Tottenham finis di posisi ke-17 dan menelan 22 kekalahan—musim terburuk mereka sejak degradasi pada 1977.
Pilihan pun jatuh pada Thomas Frank. Pelatih asal Denmark itu resmi meninggalkan Brentford setelah tujuh tahun membangun tim kecil tersebut menjadi kekuatan stabil di Premier League.
Tak hanya itu, ia juga sukses membawa Brentford promosi dari Championship pada tahun 2021 usai mengalahkan Swansea City di final play-off.
Baca Juga: Holiday Sale 2025 Resmi Dibuka Sebulan Penuh, Aprindo Targetkan Nilai Transaksi Rp 60 Triliun
Spurs sebelumnya dikabarkan mempertimbangkan nama-nama seperti Marco Silva dari Fulham dan Andoni Iraola dari Bournemouth, sebelum akhirnya menunjuk Frank.
“Dalam diri Thomas, kami menunjuk salah satu pelatih kepala yang paling progresif dan inovatif dalam permainan ini,” bunyi pernyataan resmi klub, dikutip dari ESPN, Jumat (13/06).
“Dia memiliki rekam jejak yang terbukti dalam pengembangan pemain dan skuat dan kami menantikan dia memimpin tim saat kami mempersiapkan diri untuk musim depan,” lanjut pernyataan itu.
Bersama Brentford, Frank dikenal sebagai pelatih yang memadukan intensitas tinggi dengan analisis data modern.
Hasilnya, dalam empat musim di Premier League, klub tersebut konsisten bertahan di papan tengah, finis di posisi 13, 9, 16, dan 10.
Musim lalu, hanya empat tim yang mencetak lebih dari 66 gol, sebuah bukti pendekatan menyerang yang diterapkannya.
Dia juga terkenal sebagai pelatih yang teliti dan taktis.
“Kami memiliki strategi kickoff dan kami mengubahnya dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Dan sebagai pola pikir dan filosofi, kami ingin langsung menyerang dan bersikap positif,” ujar Frank saat ditanya soal pendekatannya.
Tak sedikit pemain yang berkembang di bawah sentuhan Frank dan dijual dengan nilai tinggi, seperti Ollie Watkins, Ivan Toney, Saïd Benrahma, serta kiper David Raya.
Bahkan tanpa kehadiran mereka, Brentford tetap kompetitif. Musim lalu, Bryan Mbeumo dan Yoane Wissa mencetak total 39 gol di Premier League dan disebut-sebut bisa jadi rekrutan baru Spurs mengikuti jejak pelatih mereka.
Langkah awal Frank di Spurs juga melibatkan rombongan staf pelatih. Justin Cochrane, Chris Haslam, Joe Newton, dan Andreas Georgson bergabung ke London Utara sebagai bagian dari tim kepelatihan baru.
Namun, di balik harapan baru ini, tekanan langsung menyapa. Para penggemar Spurs terbagi.
Sebagian menilai Postecoglou layak diberi kesempatan satu musim lagi, terlebih setelah membawa pulang trofi.
Oleh karena itu, Frank harus menunjukkan hasil nyata sejak awal jika ingin memenangkan hati publik Tottenham.
Kini, semua mata tertuju pada Frank. Bisakah ia mengubah potensi menjadi pencapaian dan mengangkat Spurs kembali ke papan atas? (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









