Pertarungan Hebat Antara Saint Seiya Dibantu Phoenix Ikki Menghadapi Siegfried yang Terjadi di Depan Patung Odin, Begini Alur Ceritanya

AKURAT JAKARTA - Pertarungan antara Saint Seiya dengan Siegfried menjadi satu pertarungan yang sangat hebat.
Pertarungan antara Saint Seiya dengan Siegfried terjadi di depan patung Odin. Siegfried menjadi lawan terakhir Seiya.
Siegfried terkesan dengan kemajuan yang dimiliki oleh Saint Seiya meski mengalami kerusakan parah.
Saint Seiya memberi tahu Siegfried bahwa Hilda berada di bawah kendali Cincin Nibelungen.
Namun Siegfried tidak mempercayai perkataan Saint Seiya, dan menganggap perkataannya itu adalah menghujat.
Saint Seiya menyerang Siegfried dengan Pegasus Meteor Punch miliknya, namun ia mampu menangkis serangan tersebut.
Tubuh Siegfried seolah dilindungi oleh perisai tak kasat mata. Siegfried lalu menggunakan serangan Pedang Odin untuk bisa menjatuhkan Saint Seiya.
Datang Phoenix Ikki, Andromeda Shun dan Cygnus Hyoga ke patung Odin, mereka terkejut melihat Seiya telah dikalahkan.
Baca Juga: Banjir Akibat Hujan Lebat Merendam 3 Kecamatan di Kota Cilegon, 1 Korban Tewas
Phoenix Ikki menantang Siegfried untuk kembali bertarung dengannya, namun dengan cara yang sama, ia pun kalah.
Kemudian Siegfried beralih ke Shun dan Hyoga, keduanya terluka dari pertempuran sebelumnya.
Siegfried mengalahkan mereka berdua dengan Pedang Odin. Keempat Orang Suci Perunggu terjatuh.
Saint Seiya mencoba bangkit kembali dan mencoba melawan Siegfried lagi.
Siegfried kemudian mempersiapkan serangan paling mematikannya, Dragon Bravest Blizzard.
Shaina, yang datang bersama Shiryu tepat waktu, ia langsung melompat untuk melindungi Seiya.
Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Jakarta Tetap Buka, Minggu 4 Februari 2024
Meski begitu, keduanya dapat dikalahkan oleh Siegfried dengan teknik yang sama.
Shiryu, melihat statusnya sebagai Orang Suci Perunggu terakhir yang bertahan, menghadapi Siegfried.
Namun semua serangannya, termasuk Rising Dragon Lord pun hilang dengan penghalang yang dihasilkan oleh Cosmo Siegfried.
Shiryu sadar cara terbaik untuk bisa mengalahkan Siegfried adalah menggunakan Proud Dragon Lord melawan God Warrior.
Namun, roh Syura memperingatkannya, jika ini akan mengakibatkan kematian keduanya, dan kehancuran Odin Sapphire.
Shiryu pun menggunakan serangan lain, dan menyerang Siegfried dengan Dragon Bravest Blizzard.
Menyadari pembukaan daun Siegfried mirip dengan tekniknya sendiri, Shiryu menggunakan Raja Naga Bangkit.
Ia arahkan pada jantung Siegfried, dan menyebabkan Siegfried memegang dadanya dan mengerang kesakitan.
Shiryu kemudian menceritakan kelemahan Siegfried kepada Seiya, dan Saint Pegasus bangkit lalu menantang Siegfried lagi.
Siegfried melawan Seiya, menyebabkan area dada God Robe-nya menjadi tegang.
Siegfried bertahan tak lama setelah Siren Sorrento muncul, salah satu Jenderal Marinir Poseidon. Ia berbicara saat Polaris Hilda diubah oleh Cincin Nibelungen.
Baca Juga: Kisah Cinta Siegfried dan Hilda, Rela Pertaruhkan Nyawa Demi Cinta di Serial Manga Saint Seiya
Siegfried yang penuh amarah pun menghadapi Sorrento dan mencoba membunuh mereka berdua.
Ia naik ke langit, hanya agar dia ketakutan oleh ilusi yang diberikan Sorrento untuk melemahkan Siegfried dan membiarkannya mati sendirian saat Jenderal Mariner bertahan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





