Sama Rokok Konvensional, Bahaya Nyata Rokok Elektrik bagi Anak Muda

AKURAT JAKARTA – Rokok elektrik (vape) bukanlah alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional.
Selain meningkatkan risiko penyakit tidak menular, perangkat ini rentan disalahgunakan sebagai media penyebaran narkotika, khususnya bagi anak-anak dan remaja.
Pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin disampaikan saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Jakarta.
Baca Juga: BPOM Ambil Alih Pengawasan Vape Mulai Juli 2026, Fokus Tekan Produk Ilegal dan Peredaran Narkotika
Menkes menjelaskan, fokus utama pemerintah di sektor kesehatan adalah meningkatkan angka harapan hidup sekaligus memperpanjang masa hidup sehat masyarakat dengan menekan faktor risiko utama, salah satunya perilaku merokok.
"Target kita bukan hanya membuat masyarakat hidup lebih lama, tetapi juga hidup lebih sehat. Karena itu, kita harus mengendalikan faktor-faktor risiko utama penyebab penyakit, salah satunya adalah merokok," tegasnya.
Ancaman Penyakit Mematikan dan Modifikasi Narkotika Menkes mengingatkan bahwa penyakit stroke, jantung, dan kanker masih mendominasi angka kematian tertinggi di Indonesia, di mana ketiganya memiliki keterkaitan erat dengan konsumsi rokok.
Berdasarkan bukti ilmiah, rokok elektrik tidak menawarkan tingkat keamanan yang lebih baik, bahkan beberapa negara telah melarang penuh peredarannya.
Ancaman ini kian mengkhawatirkan meny meny menyusul maraknya modus penyalahgunaan liquid rokok elektrik yang dicampur zat psikoaktif berbahaya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menilai kemudahan modifikasi cairan vape di kalangan remaja sebagai ancaman baru yang memerlukan tindakan tegas.
Kemenkes bersama BNN dan pihak terkait kini memperketat regulasi, mulai dari pembatasan peredaran, tata kelola zat adiktif, hingga pengawasan ketat kemasan serta iklan produk. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 6Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

