Film Pelangi di Mars Kisah Perjuangan Ibu dan Anak Menjaga Harapan Kehidupan Bumi

AKURAT JAKARTA - Film inovatif yang memadukan kecanggihan teknologi animasi dengan kedalaman pesan kemanusiaan hadir di Bioskop Lebaran.
Mahakarya Pictures resmi merilis film animasi fiksi ilmiah (sci-fi) bertajuk Pelangi di Mars.
Di bawah arahan sutradara Upie Guava, film ini menyuguhkan narasi heroik tentang ikhtiar menyelamatkan kehidupan di tengah krisis air global yang melanda Bumi.
Baca Juga: Pemudik Diminta Hindari Kepadatan Puncak Arus Balik pada 24 Maret, Manfaatkan WFH
Berlatar tahun 2082, film ini menggambarkan kondisi Bumi yang memprihatinkan akibat pencemaran air yang masif. Di tengah situasi yang kritis tersebut, seorang astronot perempuan asal Indonesia bernama Pratiwi (diperankan oleh Lutesha) mengemban amanah besar.
Dia dikirim ke planet Mars dalam misi suci mencari mineral zeolite omega, sebuah elemen kunci yang diyakini mampu menjernihkan air dan mengembalikan kelayakan hidup di planet asal.
Perjalanan Pratiwi tidaklah semudah yang dibayangkan. Di tengah medan Mars yang ganas dan tidak bersahabat, ia harus bertahan seorang diri setelah ditinggalkan oleh tim peneliti lainnya.
Namun, di tengah kesunyian planet merah tersebut, sebuah keajaiban muncul. Pratiwi menjalani masa kehamilan dan melahirkan anak perempuan bernama Pelangi (diperankan oleh Messi Gusti)—manusia pertama yang lahir di Mars.
Pesan moral tentang kasih sayang ibu dan anak menjadi ruh dalam film ini. Penonton diajak menyaksikan bagaimana Pratiwi membesarkan Pelangi dengan keterbatasan, sembari terus berupaya menyelesaikan misinya demi miliaran nyawa di Bumi.
Sosok robot bernama Batik (suara oleh Bimoky) hadir sebagai pendamping setia yang menjalankan peran layaknya "ayah" pelindung bagi Pelangi di tengah ancaman robot asing Nerotek.
Petualangan Pelangi mencapai puncaknya saat ia beranjak dewasa dan harus melanjutkan misi sang ibu yang hilang diterjang badai. Menariknya, film ini juga menyelipkan semangat kolaborasi global dengan hadirnya karakter-karakter robot dari berbagai belahan dunia, seperti Petya (Rusia), Yoman (Eropa), Sulil (India), dan Kimchi (Korea).
"Pelangi di Mars" bukan sekadar tontonan hiburan keluarga, melainkan sebuah pengingat (tazkirah) akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebelum kerusakan menjadi permanen.
Melalui visual yang memukau dan alur cerita yang menyentuh, film ini mengajak penonton merenungi makna pengorbanan, keluarga, dan harapan yang tidak boleh padam, bahkan di planet yang paling gersang sekalipun.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya




