Jakarta

Mengapa Bali Mendadak Sunyi Saat Hari Nyepi? Ini Makna Catur Brata Penyepian yang Jarang Dipahami

Anggerhana Denni Rahmawati | 16 Maret 2026, 13:00 WIB
Mengapa Bali Mendadak Sunyi Saat Hari Nyepi? Ini Makna Catur Brata Penyepian yang Jarang Dipahami
Ilustrasi Bali sepi saat Hari Raya Nyepi.

AKURAT JAKARTA - Hari Nyepi menjadi momen penting bagi umat Hindu, terutama di Bali, sebagai perayaan Tahun Baru dalam kalender Saka.

Hari Nyepi dikenal sebagai hari yang penuh keheningan karena seluruh aktivitas masyarakat hampir sepenuhnya dihentikan.

Perayaan Hari Nyepi juga identik dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian.

Baca Juga: Terungkap! Alasan Kue Geplak Selalu Ada di Meja Keluarga Betawi Saat Lebaran

Adanya Catur Brata Penyepian menjadi pedoman selama perayaan berlangsung agar proses introspeksi diri dapat berjalan dengan khusyuk.

1. Amati Geni

Amati Geni berarti tidak menyalakan api atau sumber cahaya, termasuk lampu dan berbagai bentuk penerangan lainnya.

Baca Juga: Wajib Coba! 5 Nasi Goreng Populer di Jakarta yang Selalu Ramai Pembeli

Aturan ini juga memiliki makna spiritual, yaitu menahan hawa nafsu dan emosi agar pikiran dan hati menjadi lebih tenang.

2. Amati Karya

Amati Karya merupakan larangan melakukan pekerjaan atau aktivitas apa pun.

Baca Juga: 5 Tempat Kuliner Bakso Gepeng di Jakarta yang Sering Dikunjungi Pembeli, Nomor 3 Punya Menu Unik

Pada hari Nyepi, umat Hindu tidak bekerja, tidak bersekolah, dan tidak menjalankan kegiatan harian.

Tujuannya agar kamu dapat lebih fokus melakukan penyucian diri serta meningkatkan kualitas spiritual.

3. Amati Lelungan

Baca Juga: 5 Masjid di Jakarta untuk Itikaf, Nomor 1 Buka 24 Jam dan Selalu Ramai Jemaah

=====

Amati Lelungan berarti tidak bepergian ke mana pun.

Umat Hindu dianjurkan untuk tetap berada di rumah sepanjang hari.

Dengan cara ini, suasana hening dapat terjaga dan proses perenungan diri dapat dilakukan dengan lebih khusyuk.

Baca Juga: 6 Tips Menghindari Antrean Makan Panjang di Rest Area Saat Mudik

4. Amati Lelanguan

Amati Lelanguan berarti menahan diri dari berbagai bentuk hiburan atau kesenangan.

Dengan menghindari aktivitas yang bersifat rekreatif, umat dapat lebih fokus berdoa dan memusatkan pikiran kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa.

Baca Juga: 5 Hewan yang Mudah Dipelihara Pemula, Cocok untuk Kamu yang Tak Mau Repot

Karena pelaksanaan empat aturan tersebut, suasana di Bali saat Nyepi terasa sangat berbeda dibandingkan hari biasa.

Aktivitas masyarakat hampir sepenuhnya berhenti selama 24 jam. Sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga objek wisata tidak beroperasi.

Bahkan penerbangan di bandara juga dihentikan sementara sebagai bentuk penghormatan terhadap perayaan sakral tersebut. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.