Ternyata Melindungi Ginjal Sama Dengan Menjaga Planet, Kenali 10 Gejala Gagal Ginjal Sejak Dini

AKURAT JAKARTA — Tahukah Anda bahwa menjaga kesehatan ginjal ternyata memiliki kaitan erat dengan upaya menjaga kelestarian planet bumi?
Meski sekilas tampak tidak berhubungan, kesehatan organ dalam manusia rupanya berpengaruh terhadap jejak karbon yang memicu perubahan iklim ekstrem.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Eka Hospital Cibubur, dr. Annisa Maloveny, Sp.PD, menjelaskan bahwa penanganan medis bagi pasien gagal ginjal, seperti hemodialisa atau cuci darah, menyumbang jejak karbon yang cukup besar.
Baca Juga: Lebih Presisi dan Minim Sayatan, Eka Hospital Kenalkan Teknologi Robotik Da Vinci XI
Satu sesi cuci darah diperkirakan menghasilkan jejak karbon yang setara dengan emisi mobil yang dikendarai sejauh 240 kilo meter.
“Bayangkan jika ada ribuan pasien yang melakukan cuci darah setiap hari. Penumpukan jejak karbon ini memperkuat efek rumah kaca, memicu cuaca ekstrem, hingga kekeringan yang pada akhirnya membuat masyarakat mudah dehidrasi dan kembali meningkatkan risiko gagal ginjal,” ungkap dr. Annisa.
Oleh karena itu, peringatan World Kidney Day 2026 mengusung tema "Kidney Health for All: Caring for People, Protecting the Planet".
Tujuannya adalah mengedukasi masyarakat agar lebih peduli pada kesehatan ginjal guna menekan angka pasien gagal ginjal baru.
Mengenali 10 Gejala Gagal Ginjal
Sebagai langkah preventif, dr. Annisa mengajak masyarakat untuk mengenali 10 gejala umum gangguan ginjal berikut ini:
1. Pembengkakan Simetris pada Kaki
Terjadi penumpukan cairan karena ginjal tidak mampu membuang urin secara optimal. Biasanya bengkak muncul pada kedua kaki secara bersamaan.
2. Adanya Sel Darah Merah dalam Urin (Hematuria)
Kondisi ini sering kali hanya terdeteksi melalui uji laboratorium. Perubahan warna urin yang tidak wajar harus segera diwaspadai.
3. Sel Darah Putih dalam Urin (Leukosituria)
Kehadiran sel darah putih menunjukkan adanya infeksi pada ginjal yang perlu segera ditangani.
4. Munculnya Protein dalam Urin (Proteinuria)
Keluarnya protein bersama urin merupakan indikator kuat adanya gangguan fungsi filtrasi pada ginjal.
5. Penurunan Produksi Urin (Oliguria)
Frekuensi buang air kecil yang berkurang drastis sering kali tidak disadari hingga muncul gejala bengkak pada tubuh.
6. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Hipertensi bisa menjadi penyebab sekaligus gejala gagal ginjal. Tekanan darah tinggi yang tak terkendali dapat merusak pembuluh darah ginjal.
7. Gangguan Tumbuh Kembang pada Anak
Pada pasien anak, gagal ginjal dapat menghambat perkembangan fisik dan mental yang tidak sesuai dengan usia seharusnya.
8. Anemia
Salah satu fungsi ginjal adalah memproduksi hormon pembentuk sel darah merah. Jika ginjal rusak, produksi sel darah merah akan menurun drastis.
9. Kelainan dan Kerapuhan Tulang
Ginjal berperan penting dalam aktivasi vitamin D. Kerusakan ginjal membuat tulang kekurangan asupan kalsium sehingga menjadi rapuh dan mudah patah.
10. Sesak Napas dan Demam Berulang
Penumpukan cairan dapat mencapai paru-paru dan menimbulkan sesak napas. Selain itu, infeksi saluran kemih yang tak kunjung sembuh sering menyebabkan demam berulang.
Menjaga kesehatan ginjal adalah bentuk rasa syukur atas nikmat kesehatan sekaligus kontribusi nyata dalam menjaga ekosistem bumi.
Segera konsultasikan ke tenaga medis jika Anda merasakan gejala-gejala di atas agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan cepat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






