Fenomena Aphelion 2025, Fakta vs Mitos yang Perlu Kamu Tahu

AKURAT JAKARTA - Fenomena Aphelion kembali ramai diperbincangkan di media sosial dan grup WhatsApp pada awal Juli 2025.
Banyak dari kamu mungkin mendengar kabar bahwa saat Aphelion terjadi, suhu udara menjadi sangat dingin karena Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari.
Namun, apakah benar fenomena ini menyebabkan perubahan suhu yang ekstrem?
Aphelion memang merupakan posisi saat Bumi berada paling jauh dari Matahari dalam orbit elipsnya.
Pada tahun ini, Aphelion terjadi pada 4 Juli 2025.
Fakta ini membantah informasi keliru yang menyebutkan bahwa Aphelion jatuh pada 7 Juli.
Sayangnya, kesalahpahaman ini terus berulang setiap tahun, dan membuat banyak orang keliru memahami kaitan antara jarak Bumi dengan Matahari dan suhu udara yang kita rasakan.
Secara ilmiah, suhu di permukaan Bumi tidak bergantung semata pada jarak ke Matahari.
Faktor yang lebih berpengaruh adalah kondisi atmosfer, pergerakan angin, arus laut, dan musim yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Jangan Ke Hawaii Dulu! G-Land Banyuwangi Punya Ombak Kelas Dunia yang Manjakan Peselancar
Saat ini Indonesia sedang mengalami musim kemarau, dipengaruhi oleh angin muson timur, sehingga suhu dingin yang kamu rasakan di pagi hari lebih disebabkan oleh fenomena atmosfer lokal, bukan karena Aphelion.
Selain itu, saat Aphelion, kecepatan orbit Bumi sedikit melambat sesuai hukum kedua Kepler.
Radiasi matahari yang diterima Bumi juga turun sekitar 7% dibandingkan saat Perihelion, namun ini belum cukup untuk menyebabkan pendinginan ekstrem.
Baca Juga: Dari ISDI Hingga Eko Nugroho, Pameran Seni Terasi 2025 Angkat Keberagaman Kreatif
Dampak lain seperti perubahan pasang surut air laut dan kepadatan elektron di ionosfer memang ada, tetapi sangat kecil dan tidak berpengaruh besar pada kehidupan sehari-hari.
Penting untuk kamu memahami bahwa fenomena alam seperti Aphelion adalah bagian dari siklus astronomi tahunan yang alami dan tidak membahayakan.
Dengan memahami sains secara benar, kamu bisa menghindari kepanikan yang tidak perlu dan menjadi penyebar informasi yang lebih bijak. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



