Hati-hati Minum Minuman Berkarbonasi, Ternyata Dapat Meningkatkan Resiko Stroke Terutama Pada Wanita

AKURAT JAKARTA - Sebuah studi terbaru dari University of Galway, bekerja sama dengan McMaster University dan jaringan peneliti stroke internasional, telah mengungkap temuan yang mengkhawatirkan yang menghubungkan konsumsi minuman bersoda secara berkala dengan peningkatan risiko stroke.
Temuan ini berasal dari dua analisis dalam proyek penelitian INTERSTROKE, salah satu studi terbesar yang meneliti faktor risiko stroke yang melibatkan hampir 27.000 peserta dari 27 negara.
Analisis pertama difokuskan pada dampak minuman bersoda dan jus buah.
Untuk analisis pertama, para peneliti mendefinisikan minuman berkarbonasi (alias minuman bersoda) sebagai "cola, minuman non-cola (manis dan tanpa pemanis), air tonik, atau es teh instan.
Baca Juga: Pejuang Diet Wajib Tahu, Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Intermitten Fasting
Penting untuk dicatat bahwa tidak ada data untuk minuman berkarbonasi yang dipisahkan berdasarkan kandungan pemanis (tanpa pemanis, pemanis gula, pemanis buatan), jadi minuman bebas gula seperti seltzer dikelompokkan bersama dengan soda.
Konsumsi minuman bersoda secara teratur dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke sebesar 22% .
Risiko ini meningkat secara signifikan bagi mereka yang mengonsumsi dua atau lebih minuman bersoda setiap hari.
Selain itu, para peneliti menemukan bahwa minum jus buah yang dibeli di toko yang mengandung konsentrat, gula tambahan, dan pengawet dapat menghilangkan manfaat yang biasanya dikaitkan dengan buah segar dan dapat meningkatkan risiko stroke.
Tim peneliti menemukan bahwa konsumsi jus buah dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke hemoragik (perdarahan di otak) sebesar 37%. Bagi mereka yang mengonsumsi dua minuman jus buah per hari, risikonya meningkat tiga kali lipat.
Peneliti utama Andrew Smyth, seorang profesor epidemiologi klinis di Universitas Galway dan dokter konsultan di Rumah Sakit Universitas Galway, mengatakan,
“Tidak semua minuman buah dibuat sama jus buah segar kemungkinan besar memberikan manfaat, tetapi minuman buah yang dibuat dari konsentrat, dengan banyak tambahan gula dan pengawet, mungkin berbahaya. Penelitian kami juga menunjukkan bahwa risiko stroke meningkat semakin sering seseorang mengonsumsi minuman bersoda,”
Analisis tersebut juga mengungkap bahwa kaitan antara minuman bersoda dan risiko stroke khususnya terlihat di wilayah tertentu, seperti Eropa Timur dan Tengah, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Selatan. Dan wanita, khususnya, menunjukkan peningkatan risiko stroke yang lebih besar terkait dengan asupan jus buah.
Menariknya, konsumsi teh dikaitkan dengan penurunan risiko stroke. Minum tiga hingga empat cangkir teh hitam setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko stroke sebesar 29%, sementara tiga hingga empat cangkir teh hijau menghasilkan penurunan risiko sebesar 27%.
Untuk membantu menurunkan risiko stroke, pertimbangkan hal berikut:
Baca Juga: Jangan Anggap Remeh Kesemutan, Karena Bisa Jadi Tanda-tanda Stroke
- Batasi minuman bersoda : Kurangi asupan minuman berkarbonasi yang mengandung gula dan pemanis buatan. Sebagai gantinya, pilih air putih, teh herbal, atau air yang dicampur buah untuk menambah rasa.
- Berhati-hatilah saat mengonsumsi jus buah : Jika Anda menyukai jus buah, pilihlah jus yang 100% murni tanpa tambahan gula atau bahan pengawet, dan konsumsilah secukupnya.
- Tetap terhidrasi : Pastikan Anda minum banyak air sepanjang hari. Tetap terhidrasi sangat penting untuk beberapa fungsi tubuh dan dapat mendukung kesehatan kardiovaskular. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









