Jakarta

Mengenal Bandrek, Minuman Tradisional Warisan Kuliner Indonesia yang Kaya akan Rempah dan Budaya

Ani Nur Iqrimah | 29 Mei 2024, 08:30 WIB
Mengenal Bandrek, Minuman Tradisional Warisan Kuliner Indonesia yang Kaya akan Rempah dan Budaya

AKURAT JAKARTA - Bandrek adalah minuman tradisional khas dari Sunda, Jawa Barat, Indonesia.

Minuman ini sangat populer terutama di daerah pegunungan dan dataran tinggi, karena khasiatnya yang menghangatkan tubuh.

Bandrek biasanya dikonsumsi saat cuaca dingin atau hujan, dan sering kali disajikan di malam hari.

Baca Juga: 10 Manfaat Bandrek, Minuman Tradisional Sunda: Nggak Cuma Nikmat Diseduh Malam Hari dan Cuaca Dingin

Berikut adalah beberapa informasi lebih rinci tentang bandrek:

Bahan-Bahan Bandrek

Bandrek terbuat dari bahan-bahan alami yang memiliki efek menghangatkan tubuh, di antaranya:

Baca Juga: 7 Alasan Kenapa Usaha Kuliner Ayam Goreng Krispi Termasuk Bisnis yang Menjanjikan: Nomor 6 Paling Sesuai

Jahe: Jahe adalah bahan utama dalam bandrek yang memberikan rasa hangat dan pedas.

Gula Merah: Gula merah digunakan untuk memberikan rasa manis alami.

Kayu Manis: Kayu manis memberikan aroma harum dan rasa hangat.

Baca Juga: Ide Bisnis Menguntungkan, Simak 5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memulai Usaha Kuliner Ayam Goreng Krispi

Cengkeh: Cengkeh ditambahkan untuk aroma dan rasa yang khas.

Daun Pandan: Daun pandan memberikan aroma harum dan rasa yang lembut.

Santan: Santan dapat ditambahkan untuk memberikan tekstur yang lebih kaya dan rasa yang lebih creamy, meskipun ini opsional.

Baca Juga: Kisah Petualangan Moana dan Maui Berlanjut di Moana 2, Siap Tayang di Bioskop Indonesia pada November 2024: Begini Sinopsisnya

Cara Pembuatan Bandrek

Proses pembuatan bandrek cukup sederhana:

Jahe dikupas, dicuci bersih, dan kemudian digeprek atau diparut.

Baca Juga: Ikuti Langkah Ini Biar Resep Ayam Goreng Krispi Rumahan Bisa Kriuk: Renyah di Luar, Empuk di Bagian Dalam

Gula merah dipotong-potong agar mudah larut.

Jahe, gula merah, kayu manis, cengkeh, dan daun pandan direbus bersama dalam air hingga mendidih dan mengeluarkan aroma harum.

Setelah mendidih, campuran ini disaring untuk memisahkan rempah-rempah dari cairannya.

Baca Juga: Terbukti Secara Ilmiah, Ini 6 Cara yang Bisa Kamu Lakukan untuk Turunkan BB Tanpa Olahraga

Minuman disajikan hangat, dan santan dapat ditambahkan jika diinginkan.

Manfaat Bandrek

Bandrek tidak hanya nikmat, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain:

Baca Juga: 5 Keutamaan Puasa Sunnah Arafah yang Wajib Kita Ketahui, Nomor 3 Nyesel Kalau Sampai Nggak Tahu, Simak Selengkapnya di Sini

Menghangatkan Tubuh: Bahan-bahan seperti jahe dan kayu manis membantu menghangatkan tubuh, sangat cocok untuk dikonsumsi saat cuaca dingin.

Meningkatkan Sirkulasi Darah: Jahe dalam bandrek dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah.

Meredakan Pilek dan Flu: Sifat hangat dari bandrek membantu meredakan gejala pilek dan flu, seperti hidung tersumbat dan tenggorokan gatal.

Baca Juga: Puasa Arafah 2024 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Simak Niat dan Tata Cara Pelaksanaannya

Mengurangi Nyeri dan Kaku Otot: Efek menghangatkan dari jahe dan rempah-rempah lain dapat membantu meredakan nyeri otot dan kaku.

Variasi Bandrek

Selain resep dasar, ada beberapa variasi bandrek yang bisa ditemukan:

Baca Juga: 6 Situs Nonton Anime Sub Indo Gratis (Legal) yang Harus Kamu Tahu

Bandrek Susu: Menambahkan susu ke dalam bandrek untuk rasa yang lebih creamy.

Bandrek Telur: Beberapa daerah menambahkan kuning telur ke dalam bandrek untuk memberikan tambahan nutrisi dan tekstur yang lebih kaya.

Bandrek Rempah Komplit: Beberapa resep menambahkan lebih banyak jenis rempah seperti kapulaga, biji pala, dan lada hitam untuk rasa yang lebih kompleks.

Baca Juga: Dirjen Dikti Kirim Surat Pembatalan Kenaikan UKT ke 75 Kampus Negeri di Indonesia, yang Terlanjut Bayar Uangnya Harus Dikembalikan

Bandrek adalah minuman yang tidak hanya enak, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan, terutama dalam menjaga kehangatan tubuh.

Ini adalah salah satu warisan kuliner Indonesia yang kaya akan rempah dan budaya lokal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.