Menegangkan! Berikut 3 Pertempuran Paling Epik Para Admiral di Serial One Piece

AKURAT JAKARTA - Dalam serial anime One Piece, para admiral jarang sekali muncul.
Akan tetapi, meski jarang muncul, ada beberapa pertempuran paling epik yang hadir.
Admiral dalam serial One Piece merupakan satu kekuatan besar yang dimiliki oleh Angkatan Laut.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah 3 pertempuran paling epik para admiral di serial One Piece.
Baca Juga: Simak 3 Alasan Kenapa Harus Menonton Anime One Piece, Nomor Dua Kuncinya
Kizaru vs Supernova
Supernova mereferensikan 11 bajak laut muda yang muncul di Kepulauan Sabaody. Merek berkumpul sebelum petualangan ke New World.
Situasi tak terduga muncul ketika Luffy menghajar Saint Charloss di Pelelangan Manusia.
Admiral kemudian turun tangan mengatasi permasalahan tersebut. Kemudian muncul admiral Kizaru.
Kizaru kemudian membuat situasi di Kepulauan Sabaody menjadi kacau. Ia bahka mampu menghancurkan Worst Generation dengan cepat.
Baca Juga: One Piece Chapter 1068: Apakah Vega Punk Gabung Topi Jerami?
Banyak Supernova yang kabur, beruntungnya kru Topi Jerami berhasil diselamatkan oleh Kuma.
Aramaki vs Red Scabbards
Pertarungan ini terjadi di akhir Arc Wano. Yamato, Momonosuke, Red Scabbards, dan Aramaki bertarung di luar Flower City.
Aramaki ketika itu datang ke Wano pasca kekalahan Kaido. I berusaha balas dendam dari Kaido dengan menghancurkan Wano.
Ketika sampai, Aramaki disambut Yamato, Momonosuke, dan Red Scabbards. Pertempuran sangat sengit, hingga Aramaki hampir kalah.
Baca Juga: Suka dengan One Piece? Berikut 4 Fakta Karakter yang Belum Banyak Diketahui
Aramaki sempat memberikan perlawanan. Namun, pertempuran berhenti ketika Shanks muncul dan mengancam Aramaki.
Munculnya Shanks membuat Aramaki kemudian pergi dari Wano.
Fujitora vs Sabo
Setelah terpilih sebagai salah satu admiral dalam World Military Draft, Fujitora memamerkan buah iblis yang ia miliki.
Baca Juga: Berikut adalah Seluruh Kru Bajak Laut Topi Jerami dalam Serial Anime One Piece (Part 2)
Dalam serial tersebut, ia kemudian bertarung menghadapi Sabo yang tak segan memperlihatkan buah iblisnya.
Akan tetapi dalam pertempuran tersebut kedua tak memperlihatkan kemampuannya, namun lebih menahan situasi.
Pertarungan keduanya sangat epik dan tak ada yang menang. Sabo dan Fujitora kemudian mengakui kemampuan mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




