Memperingati Hari Angklung Sedunia, Yuk Kita Ramai-ramai ke TMII di Jakarta Timur, Gratis!

AKURAT JAKARTA - Seru-seruan di akhir pekan. Rumah Musik Jakarta dan Wara Wiri Feskraf mengundang semua masyarakat untuk turut meramaikan Seremonial Hari Angklung Se-Dunia 2023.
Dalam event ini, kalian bisa bermain angklung bersama, dipandu oleh konduktor handal, dan diiringi oleh musik tradisional arumba yang memikat secara GRATIS.
Sambut kegembiraan bersama, sambil menikmati pertunjukan seni angklung dan lainnya hanya di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pada Sabtu, 25 November 2023.
Bawa angklungmu dan ajak teman atau grupmu! Lebih seru lagi, kenakan dresscode etnik sambil bermain angklung. Mari bersatu dalam keindahan musik dan budaya.
Baca Juga: Mengejutkan! Presiden Amerika Akhirnya Akui Palestina Sebagai Solusi Dua Negara, Minta Israel Tinggalkan Jalur Gaza dan Tepi Barat
Perlu diketahui, Angklung adalah salah satu alat musik tradisional Indonesia yang kini sudah mendunia.
Eksistensinya sudah dikenal secara global dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan oleh UNESCO.
Hari Angklung Sedunia diperingati pada tanggal 16 November dan tahun ini jatuh pada hari Kamis, 16 November 2023 lalu. Namun seremonial perayaan Hari Angklung baru akan dilaksanakan pada Sabtu, pekan depan.
Salah satu tujuan diperingatinya Hari Angklung Sedunia adalah untuk mendorong masyarakat lebih mengenal angklung sebagai warisan budaya asal Indonesia.
Oleh karenanya, mari kita mengenal lebih lanjut tentang angklung Indonesia, yang ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 16 November 2010.
Seperti dilansir situs Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia, angklung adalah jenis kesenian yang terbuat dari bambu yang berasal dari Jawa Barat. Sejarah angklung Indonesia sudah dikenal sejak abad ke-11.
Kata angklung diambil dari kata angka dan lung. Angka adalah nada yang hilang, oleh sebab itu nada-nada dalam angklung terdapat empat nada atau yang disebut cumang kirang. Sementara lung artinya pecah.
Alat musik angklung terbuat dari bambu. Jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah bambu hitam (awl wulung) dan bambu putih (awl temen).
Angklung memiliki makna berasal dari pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan kehidupan bersumber pada makanan pokok berupa padi (pare).
Pandangan ini dilahirkan dari mitos tentang Nyi Sri Pohaji sebagai Dewi Sri pemberi kehidupan (hurip).
Cara memainkan angklung adalah dengan cara digoyangkan. Tangan kiri bertugas untuk menggantung angklung, sedangkan tangan kanan bertugas untuk membunyikan angklung.
Angklung dapat dimainkan oleh perorangan saja, namun biasanya angklung dimainkan oleh sekelompok orang yang terdiri atas puluhan sampai ratusan.
Permainan angklung tak jarang mewakili Indonesia dalam berbagai pertunjukkan seni budaya nasional dan internasional. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026


