Jakarta

Strategi Dishub DKI Perbaiki Kualitas Udara di Sektor Transportasi

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 11 Agustus 2023, 23:18 WIB
Strategi Dishub DKI Perbaiki Kualitas Udara di Sektor Transportasi

AKURAT.CO - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sudah menyiapkan beberapa strategi dalam upaya perbaikan kualitas udara di sektor transportasi.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, beberapa strategi itu terdiri dari strategi jangka mendesak, pendek maupun jangka menengah, dan panjang.

"Pertama untuk jangka mendesak, tentu kami terus mendorong integrasi angkutan umum layanan Jakarta terus dimassifkan," kata Syafrin dalam konfrensi pers di Gedung Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Jumat (11/08).

"Saat ini integrasi terus dilakukan sudah cukup sembilan coverage yang mencakup 87 persen layanan menjangkau wilayah jakarta," sambungnya.

Baca Juga: Ini Penyebab Langit Jakarta Terlihat Keruh Saat Polusi Meningkat Menurut BMKG

Sambung Syafrin, pihaknya juga mendorong agar mobilitas aktif atau active mobility ditingkatkan.

Misal, disediakan lebih banyak trotoar untuk pejalan kaki dan penyediaan jalur sepeda yang kontinu dan terintegrasi dengan semua layanan angkutan umum Jakarta.

"Selanjutnya kami juga lakukan upaya untuk diberikan diinsentif bagi kendaraan yang tidak lulus uji emisi berdasarkan Pergub 66 Tahun 2020. Tadi disampaikan saat ini sudah ada di 11 titik parkir yang dikelola Pemprov DKI," papar Syafrin.

Terakhir, kata Syafrin, pihaknya juga mendorong untuk elektrifikasi di sektor angkutan umum maupun kendaraan bermotor.

Sambungnya, saat ini Pemprov DKI Jakarta telah memberikan insentif bagi masyarakat yang membeli kendaraan bermotor listrik, dimana Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) senilai nol rupiah.

Baca Juga: Ini Upaya Dinkes DKI Menyikapi Polusi Udara di Ibu Kota yang Memburuk

"Tadi pagi gubernur telah menyerahkan 186 kendaraan dinas operasional (KDO) khusus roda dua yg digunakan petugas untuk patroli di jalan. Ini merupakan upaya dari Pemprov DKI," tutur Syafrin.

"Juga termasuk target kami tahun ini ada 100 bus listrik yang akan dioperasionalkan oleh Transjakarta sebagai upaya untuk mendorong elektrifikasi angkutan umum," lanjutnya.

Syafrin berharap dengan adanya berbagai upaya tadi, ada kesadaran dari masyarakat agar mau beralih menggunakan layanan angkutan umum massal yang disediakan oleh Pemprov DKI.

Syafrin memaparkan, Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) pernah melakukan penelitian bahwa apabila target moda share 60% yang direncanakan Pemprov DKI tahun 2030 tercapai, maka ini bisa mereduksi 2,3 ton gas rumah kaca di Jakarta.

"Artinya kita bisa melakukan upaya pengurangan 45% dari polusi udara di Jakarta," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.