Pungutan PMI Sudah Terjadi Sejak 2025, Anggota DPRD Ini Nilai Gubernur Pramono Lambat Tangani

AKURAT JAKARTA – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, menilai Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, lambat merespons persoalan pungutan paksa yang dikaitkan dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
Kevin menyebut persoalan tersebut sudah dialami oleh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum sejak 2025.
Karena itu, ia menyayangkan Pramono baru menyampaikan sikap tegas terhadap pungutan PMI pada Oktober 2026.
"Seharusnya, Mas Gubernur sudah mengambil tindakan tegas dari jauh-jauh hari. Karena masalah pungutan secara paksa oleh PMI ini sudah dialami oleh teman-teman ASN (Aparatur Sipil Negara) dan masyarakat umum sejak tahun 2025 lalu," kata Kevin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/10/2026).
Menurut Kevin, keterlambatan respons tersebut membuat sejumlah warga telanjur menjadi korban pungutan yang ia nilai dilakukan secara paksa.
"Ketika Mas Gubernur akhirnya bersuara, sebenarnya ini sudah terlambat. Ada banyak warga yang terlanjur menjadi korban dari aksi pungutan paksa tersebut," tegasnya.
Kevin menegaskan, dirinya menolak segala bentuk pungutan paksa oleh pihak mana pun dengan alasan apa pun.
Ia menilai tindakan tersebut melanggar hak masyarakat untuk menikmati hasil kerja mereka sendiri.
Terlebih, menurutnya, pungutan semacam itu dapat menambah beban masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.
Karena itu, politikus PSI itu mendesak Pramono segera menindaklanjuti pernyataannya yang akan menghubungi PMI untuk menyampaikan larangan pungutan di Jakarta.
"Jangan sampai pungutan ini dibiarkan terjadi. Siapapun tidak berhak menuntut sepeserpun rupiah dari orang-orang secara paksa. Terlebih, ini semakin menyusahkan orang-orang yang sekarang juga menghadapi kesulitan ekonomi," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






