Gubernur Pramono Ground Breaking Entrance Stasiun Harmoni, Siap Jadi Simpul TOD Strategis

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, melakukan peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan pintu masuk atau entrance Stasiun Harmoni, Selasa (20/1/2026).
Pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat sistem transportasi publik yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan melalui pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD).
Gubernur Pramono menyebut Stasiun Harmoni memiliki potensi besar menjadi salah satu stasiun tersibuk di Jakarta.
Baca Juga: Serikat Buruh Bakal Gugat UMP Jakarta Tahun 2026 ke PTUN, Gubernur Pramono Bereaksi Santai Saja
Pasalnya, kawasan tersebut merupakan pusat mobilitas pegawai pemerintahan sekaligus area bisnis dan kuliner.
Terlebih, ketika jalur MRT tersambung hingga Kota Tua pada 2029, Harmoni diproyeksikan menjadi salah satu simpul TOD utama di ibu kota.
"Hampir 25 tahun saya cukup mengenal tempat ini. Saya meyakini, jika pada tahun 2029 TOD Harmoni telah selesai, kawasan ini akan menjadi TOD yang sangat strategis," ujar Pramono.
"Di sekitar area ini terdapat banyak kantor pemerintahan, seperti Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Sekretariat Kabinet, Kantor Staf Presiden, hingga kantor-kantor di sekitar Istana," sambungnya.
Ia menambahkan, Stasiun Harmoni nantinya akan dimanfaatkan secara optimal karena berada di jantung aktivitas pemerintahan dan perkotaan.
Baca Juga: 12 Tanaman Obat Alami Penjaga Kesehatan, Wajib Ada di Rumah!
Menurutnya, kawasan Harmoni di masa lalu pernah menjadi pusat bisnis yang sangat penting, dan kini diharapkan dapat kembali tumbuh melalui pengembangan MRT dan TOD.
"Melalui pembangunan MRT dan TOD, Harmoni diharapkan kembali menjadi simpul aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, tentu dengan karakter yang berbeda dibandingkan TOD lain seperti Blok M," katanya.
Pramono menjelaskan, Stasiun Harmoni akan memiliki entrance MRT yang terhubung langsung dengan layanan Transjakarta.
Adapun MRT fase 2A ditargetkan mencapai Monas dan mulai beroperasi pada 2027, sebelum diperpanjang hingga Kota Tua.
"Perpanjangan jalur hingga Kota Tua akan dilengkapi tujuh stasiun, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota Tua," jelasnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Villarreal vs Ajax di UCL, 21 Januari 2026: Pertaruhan Nasib Dua Raksasa Terluka
Dalam kesempatan tersebut, politikus PDIP itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk pengelola kawasan Duta Merlin yang sebelumnya memanfaatkan sebagian area pembangunan entrance stasiun.
"Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami mengapresiasi jajaran MRT Jakarta. Kami berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal, bahkan bila memungkinkan lebih cepat, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Jakarta," tuturnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






