Legislator Golkar Ramly HI Soroti Kondisi Kampung Sawah Samper Timur, Ungkap 27 Tahun Terlantar Tanpa Anggaran

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, menyoroti kondisi Kampung Sawah, Samper Timur, yang menurutnya telah terlantar selama 27 tahun tanpa tersentuh anggaran pembangunan.
Ramly mengungkapkan bahwa selama lebih dari dua dekade, kampung tersebut tidak pernah mendapatkan alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur dasar.
"Ada satu kampung kita, yang saya selalu sebut, Samper Timur, Kampung Sawah. 27 tahun, Pak. Enggak ada anggaran yang masuk di situ. Enggak ada jalan semeter. Saluran got semeter tidak ada," tegas Ramly beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Daftar Identitas 22 Korban Tewas Kebakaran Ruko Kemayoran, Terjebak Asap, 54 Orang Selamat
Ramly merasa semakin kecewa karena mendapati masalah yang terus berlarut di sejumlah proyek.
Ia bahkan menyebut adanya kondisi konstruksi yang bocor selama 20 tahun lebih di empat blok yang sudah masuk dalam tahap konstruksi.
"Bahkan sudah masuk konstruksi. Empat blok. Bocor dari atas 20 tahun lebih. Ini kita harus sakit hati," tambahnya.
Baca Juga: Soroti SILPA DKI Capai Rp14,68 Triliun, Legislator Golkar Ramly HI Duga Ada Rekayasa Anggaran
Ramly mempertanyakan mengapa Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) seolah tidak pernah memikirkan masalah ini, terutama terkait isu pemerataan pembangunan.
Ia mendesak agar praktik diskriminasi pembangunan dihentikan dan menolak alasan klise seperti belum ada penyerapan anggaran.
"Itu rakyat kita yang bayar pajak! Kakaknya, neneknya, semua bayar pajak! Dan harus kita kembalikan itu," tegasnya.
Anggota Komisi E itu juga melayangkan kritik keras kepada pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta agar lebih serius dalam mengawal usulan anggaran di komisi-komisi.
Ia merasa ada pembatasan yang terjadi bahkan sebelum usulan tersebut dikirim ke komisi, yang membuatnya lelah dan frustrasi.
"Ini buat Bapak Ketua, Wakil Ketua, dan anggota supaya jangan dibatasi pada saat dikirim ke komisi, tapi sudah dibatasi. Waduh, capek!" tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





