Jakarta

Warga Baduy Jadi Korban Begal di Jakpus, Gubernur Pramono Bantah Ada RS yang Tolak Pengobatan

Yasmina Nuha | 6 November 2025, 20:09 WIB
Warga Baduy Jadi Korban Begal di Jakpus, Gubernur Pramono Bantah Ada RS yang Tolak Pengobatan

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, membantah adanya penolakan dari rumah sakit (RS) terhadap seorang warga Baduy Dalam bernama Repan yang menjadi korban pembegalan di Jakarta.

Diketahui, pembegalan tersebut terjadi saat Repan sedang menjajakan madu di wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Minggu (26/10/2025).

Pramono mengatakan bahwa penolakan RS tersebut tidak benar dan dirinya sudah memanggil Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati untuk menangani persoalan ini.

Baca Juga: Mengenal Seputar Kaki Diabetes, Cara Deteksi Dini dan Penanganannya

"Jadi, untuk warga Baduy, tidak benar ada penolakan dari rumah sakit. Saya secara khusus sudah memanggil Kepala Dinas (Kesehatan)," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Ia juga menuturkan, terdapat persoalan terkait komunikasi dan bahasa terhadap warga Baduy tersebut sehingga adanya hambatan dalam persoalan ini.

Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada sama sekali RS di Jakarta yang melarang warga Baduy tersebut untuk berobat.

Baca Juga: Manajer Timnas U-17 Zaki Iskandar Ingatkan Suporter Indonesia di Qatar: Kapasitas Tribun Pertandingan Terbatas

"Mohon maaf, memang komunikasi yang terjadi karena warga Baduy ini, eh, mungkin bahasanya tidak ini sehingga ada hambatan itu," kata Pramono.

"Tetapi, yang jelas tidak ada sama sekali larangan untuk rumah sakit. Bahkan, Kepala Dinas, Bu Ani sendiri, akhirnya turun ke lapangan untuk mengecek itu. Jadi sama sekali itu enggak benar, ya," sambungnya.

Politikus PDIP itu juga sudah meminta kepada Dinkes DKI untuk menangani seluruh pengobatan korban, baik itu pengobatan di RS milik Pemprov maupun bukan.

"Ya, mau maupun milik Pemprov atau enggak, saya sudah minta sama Bu Ani, udah, semuanya tanggung jawab Pemda," tegasnya.

Diketahui, seorang warga Baduy Dalam bernama Repan menjadi korban pembegalan sadis saat menjajakan madu di wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (26/10/2025) dini hari itu mengakibatkan Repan mengalami luka bacok serius di tangan kiri yang memerlukan sepuluh jahitan.

Korban yang terluka dan hampir kehabisan darah dilaporkan sempat ditolak oleh rumah sakit terdekat dengan alasan tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y