Jakarta

1,9 Juta Kasus ISPA di Jakarta Sepanjang 2025, Dinkes DKI Bakal Lakukan Monitoring Cegah Potensi

Yasmina Nuha | 16 Oktober 2025, 20:19 WIB
1,9 Juta Kasus ISPA di Jakarta Sepanjang 2025, Dinkes DKI Bakal Lakukan Monitoring Cegah Potensi

AKURAT JAKARTA - Di tengah cuaca panas melanda Jakarta beberapa hari terakhir, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat total 1.966.308 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jakarta sejak Januari hingga Oktober 2025.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring atau monev untuk mencegah potensi dini penyakit wabah seperti ISPA.

"Kami pada prinsipnya punya SKDR, Sistem Kewaspadaan dan Respons Dini. Itu kita melakukan monev terhadap penyakit-penyakit yang berpotensi terjadinya wabah, di situlah termasuk COVID, ISPA, dan penyakit-penyakit yang lain," ujar Ani di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (16/10/2025).

Baca Juga: Selesaikan Persoalan Lahan RS Sumber Waras, Gubernur Pramono Tegaskan Bakal Tindak Lanjut Hasil BPK

Ia pun menjelaskan, sampai saat ini, kasus ISPA cenderung agak naik akibat cuaca panas yang melanda. Namun, ia menegaskan kenaikannya tidak terlalu signifikan.

"Sejauh ini untuk kasus ISPA masih sesuai dengan polanya. Jadi ketika memang iklim, cuaca cenderung seperti sekarang, kasusnya biasanya agak naik, tapi sejauh ini enggak sangat signifikan," katanya.

Untuk itu, kata Ani, kasus ISPA masih di dalam kendali dan pihaknya selalu melakukan monitoring. Pihaknya pun siap melalui fasilitas kesehatan faskes yang ada di seluruh Jakarta, yaitu 292 puskesmas pembantu (pustu) dan 44 puskesmas.

Baca Juga: Pertimbangkan Keberlangsungan Hiburan Malam, Anggota Pansus KTR Ini Usul Sediakan Tempat Khusus Merokok

"Di puskesmas kecamatan pun sudah 24 jam sehingga ketika warga memang merasakan gejala, silakan berobat ke puskesmas, ke faskes, sehingga bisa dilakukan deteksi dini terhadap penyakit apapun," katanya.

Diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat total 1.966.308 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jakarta sejak Januari hingga Oktober 2025, dengan peningkatan jumlah kasus yang mulai teridentifikasi sejak Juli 2025.

"Total kasus ISPA merupakan penyakit dengan jumlah kunjungan tertinggi di Puskesmas karena penularannya dapat terjadi dengan sangat mudah melalui percikan droplet maupun partikel aerosol di udara," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati dikutip dari Antara, Kamis (16/10)

Ia mengatakan, kenaikan kasus ISPA dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk polusi udara dan fenomena musim kemarau basah yang terjadi tahun ini. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y