Wagub Rano Sebut Pasar Barito Bakal Ditutup Imbas Pembangunan 3 Taman ASEAN, Ini Alasannya

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan merelokasi Pasar Barito, Jakarta Selatan untuk membangun integrasi 3 taman ASEAN, yaitu Taman Leuser, Ayodya, dan Langsat yang dimulai pada awal Agustus 2025.
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengatakan bahwa pihaknya akan merelokasi pasar tersebut karena integrasi ketiga taman tersebut tidak akan berguna jika pasar tersebut tidak ditutup.
"Pasar Barito itu harus direlokasi, karena kita mau bikin taman disana. Nggak ada gunanya kita bikin taman kalau pandangannya tertutup kan," ujar Rano kepada wartawan, Sabtu (19/7/2025).
Baca Juga: Kapan Rute Transjakarta Baru Blok M-Ancol Akan Diluncurkan? Begini Penjelasan dari Wagub Rano
Ia menuturkan, pihaknya bersama Wali Kota Jakarta Selatan sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang ada disana. Terdapat 118 pedagang yang akan dipindahkan.
"Tapi sekarang kita mau bangun dulu nih. Ya kalau mau bangun berarti mesti pindah dulu kan. Kalau nggak gimana kita nurunin logistik, enggak mudah," katanya.
Mantan Anggota DPR RI itu juga meminta agar masyarakat harus rela untuk berkorban terlebih dahulu untuk pembangunan ketiga taman ini.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Bangunan di Bukit Duri, Wagub Rano: Kita Kunjung Kalau Sudah Agak Normal
"Karena kita menjadikan satu, tiga taman jadi satu nih. Leuser, Ayodya dan Langsat. Itu enam hektare loh. Jadi memang ya, sementara ya barangkali satu tahun kita berkorban dulu untuk mencapai hasil yang lebih bagus," tukasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) akan merelokasi Pasar Hewan Barito, Kebayoran Baru, ke Lenteng Agung, imbas pembangunan taman ASEAN dimulai awal Agustus 2025.
"Terkait relokasi akan dilakukan pada awal bulan Agustus 2025," kata Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Sudin PPKUKM) Jakarta Selatan Parulian Tampubolan di Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Parulian menjelaskan, nantinya lokasi baru akan menampung sebanyak 66 dari 118 pedagang yang didominasi pedagang hewan atau pakan hewan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





