Jakarta

Dishub DKI Ungkap Alasan Dibalik Penggunaan JLNT Casablanca dalam Rute Acara Gowes Pramono: Aman untuk Pesepeda

Yasmina Nuha | 17 April 2025, 06:34 WIB
Dishub DKI Ungkap Alasan Dibalik Penggunaan JLNT Casablanca dalam Rute Acara Gowes Pramono: Aman untuk Pesepeda

AKURAT JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengungkapkan alasan dibalik penggunaan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca untuk acara bersepeda atau Silahturahride bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Padahal, penggunaan JLNT Casablanca ini dikritik oleh 4 komunitas yang tergabung dalam Koalisi Mobilitas Berkelanjutan, yaitu Bike To Work (B2W) Indonesia, Road Safety Association (RSA), Koalisi Pejalan Kaki, dan Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB).

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan bahwa JLNT tersebut digunakan karena lokasi tersebut aman digunakan oleh pesepeda jika ditutup untuk kendaraan bermotor.

Baca Juga: 4 Komunitas Tolak Penggunaan JLNT dalam Silaturahride Pramono, Stafsus Gubernur DKI: Semua Belum Final Kok

"Namun pada saat JLNT ditutup untuk kendaraan bermotor dan hanya digunakan bagi pesepeda, maka pesepeda aman melintas JLNT," kata Syafrin kepada wartawan, Rabu (16/4/2025).

Ia menjelaskan, JLNT memang tidak diperbolehkan untuk pengendara sepeda motor atau pesepeda naik. Hal ini dikarenakan dapat membahayakan mereka.

"JLNT didesain hanya 2 lajur dan tidak ada bahu jalan, oleh sebab itu pada saat difungsikan sebagai lajur lalu lintas roda 4, tidak diperbolehkan sepeda motor dan pesepeda naik," kata Syafrin.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Gandeng BNN Jadikan Puskesmas Tempat Rehabilitasi Narkoba, Golkar Dorong Siapkan Tenaga Medis

"Karena akan membahayakan pengendara sepeda motor dan pesepeda, dimana potensi bersenggolan dengan mobil sangat tinggi," imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya akan menutup JLNT tersebut untuk kendaraan bermotor saat acara sepedaan tersebut berlangsung pada Sabtu (19/4/2025).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung akan menggelar silaturahmi dengan para komunitas sepeda atau Silaturahride pada akhir pekan ini, Sabtu (19/4/2025).

Kegiatan ini pun mendapat respon negatif dari berbagai komunitas yang tergabung dalam Koalisi Mobilitas Berkelanjutan, yaitu Bike To Work (B2W) Indonesia, Road Safety Association (RSA), Koalisi Pejalan Kaki, dan Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB).

Koalisi komunitas itu menolak lantaran rute dari pesepeda tersebut bakal menggunakan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan.

Ketua Umum B2W Indonesia, Hendro Subroto mengatakan, sebelumnya pada Kamis (10/4/2025), pihak dari Bike To Work (B2W) Indonesia dan Road Safety Association memenuhi undangan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Ia menjelaskan, undangan ini untuk membahas acara "SilaturahRide with Mas Pram"—sebuah kegiatan gowes bersama yang diinisiasi oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Namun, alih-alih ruang diskusi, yang pihaknya temukan hanyalah satu arah—secara harfiah dan politis. Bukannya berdiskusi, mereka justru menjadi penonton presentasi konsep yang telah matang dan siap saji.

"Apalagi yang disajikan membuat kami kaget, acara bersepeda itu akan melalui jalan JLNT Casablanca, bahkan dua kali putaran. Saat itu juga, kami menyampaikan penolakan keras terhadap penggunaan JLNT Casablanca sebagai rute sepeda dalam acara ini," ujar Hendro dalam keterangannya, dikutip Rabu (16/4/2025). (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y