Jakarta

Ketua Tim Transisi Pramono-Rano Bantah Usulkan 4 Hari Kerja dalam Sepekan: Itu Bukan dari Kami, Tapi Wacana Pakar Tata Kota

Yasmina Nuha | 22 Januari 2025, 20:47 WIB
Ketua Tim Transisi Pramono-Rano Bantah Usulkan 4 Hari Kerja dalam Sepekan:  Itu Bukan dari Kami, Tapi Wacana Pakar Tata Kota

AKURAT JAKARTA – Ketua Tim Transisi Pramono Anung-Rano Karno, Ima Mahdiah, memberikan klarifikasi terkait beredarnya isu kebijakan 4 hari kerja di Jakarta.

Ima menegaskan, usulan tersebut bukan berasal dari tim transisi, melainkan pandangan pribadi Pakar Tata Kota, Nirwono Joga.

Kebetulan wacana tersebut disampaikan Nirwono dalam diskusi bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Jakarta.

Baca Juga: Viral Jalan Depan SMK 2 Cengkareng Rusak dan Berlumpur, Pj Gubernur: Sudah Diperbaiki Dinas Bina Marga

“Kami di Tim Transisi Pramono-Rano tidak pernah membahas ataupun mengusulkan kebijakan 4 hari kerja," ujat Ima Mahdiah kepada media, Kamis (22/1/2025).

"Pandangan tersebut adalah hasil diskusi akademis yang disampaikan oleh Pak Nirwono Joga sebagai seorang pakar tata kota, bukan sebagai anggota tim transisi,” sambungnya.

Menurut Ima, usulan itu sebaiknya dipahami sebagai gagasan akademis yang ditujukan untuk menjadi bahan pertimbangan bagi DPRD dan Pemprov DKI Jakarta.

Ia menegaskan, tim transisi memiliki agenda yang lebih spesifik, yaitu memastikan peralihan kepemimpinan berjalan lancar dan menyiapkan program-program prioritas yang dapat langsung dieksekusi setelah Pramono Anung dan Rano Karno usai dilantik.

"Fokus tim transisi saat ini adalah mempersiapkan langkah-langkah konkret agar pemerintahan baru dapat langsung bekerja sejak hari pertama menjabat," jelasnya.

"Program prioritas kami mencakup isu-isu mendesak seperti penanganan banjir, transportasi publik, dan peningkatan kualitas layanan publik," imbuhnya.

Baca Juga: Soal Program Sarapan Gratis Pramono-Rano, Anggota DPRD DKI Fraksi Golkar Farah Savira: Perlu Dikaji dan Berkaca dari MBG

Meski demikian, Ima mengapresiasi pandangan Nirwono yang menyebut bahwa usulan ini telah diterapkan di beberapa negara maju untuk meningkatkan kesehatan mental dan produktivitas masyarakat.

Ia mengatakan bahwa gagasan tersebut dapat menjadi bahan diskusi yang lebih mendalam di masa mendatang antara DPRD dan Pemprov DKI.

"Saya melihat usulan ini menarik untuk dibahas lebih lanjut oleh seluruh stakeholder, tetapi tentu memerlukan kajian yang komprehensif dan melihat konteks Jakarta," tukasnya.

Dengan pernyataan ini, Ima berharap masyarakat tidak lagi salah paham terkait isu tersebut. Saat ini pihaknya masih punya fokus lain terhadap agenda strategis.

"Fokus tim transisi tetap berada pada agenda strategis yang sesuai dengan visi dan misi pemerintahan Pramono Anung-Rano Karno," pungkasnya.

Baca Juga: Surat Edaran Libur Sekolah Bulan Puasa 2025 Resmi Rilis, Benarkah Wacana Libur Sebulan Penuh Akah Terlaksana?

Sebelumnya, Pengamat Tata Kota, Nirwono Joga memberikan saran kepada pemerintahan Pramono Anung-Rano Karno untuk mengurangi hari kerja bagi warga Jakarta.

Menurut Nirwono, hal ini mengacu kepada kota-kota Eropa yang telah menerapkan hari kerja hanya selama 4 hari.

"Nah, yang ketiga ini yang menarik sebenarnya. Ini lagi tren di kota-kota Eropa sebenarnya, di Skandinavia. Apa itu? Pengurangan hari kerja. Empat hari kerja," ujar Nirwono. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.