Jakarta

Pangkogabwilhan III Ultimatum KKB Papua: Segera Bebaskan Pilot Susi Air dan Hentikan Pembantaian

Ani Nur Iqrimah | 2 April 2024, 05:15 WIB
Pangkogabwilhan III Ultimatum KKB Papua: Segera Bebaskan Pilot Susi Air dan Hentikan Pembantaian

AKURAT.CO Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan) Letnan Jenderal TNI Richard Tampubolon kembali mengultimatum Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua agar segera melepaskan pilot Susi Air, Capt Philips Mark Marthens.

“Segera bebaskan Pilot Philips Mark Marthens, karena penawanan pilot tersebut sangat menghambat transportasi masyarakat OAP (Orang Asli Papua) termasuk suplai logistik khususnya di distrik terisolir,” ujar Richard dalam keteranganya, Senin (1/3/2024).

Kemudian, Jenderal Bintang Tiga tersebut meminta agar KKB segera menghentikan pembantaian kepada warga. Ia menjelaskan, KKB semakin hari semakin brutal dan biadab.

Baca Juga: Caleg Terpilih DPRD Jakarta dari Dapil 7, Dadiyono: Saya All Out dan Tegak Lurus Dukung Bang Zaki di Pilgub DKI 2024

"Meminta agar pembantaian terhadap masyarakat sipil yang tidak bersalah dihentikan, serta penggunaan perempuan dan anak-anak sebagai pendukung operasi KKB," tegasnya.

“KKB juga telah menyasar tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan semua pekerja yang berkontribusi dalam membangun kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil, tertinggal, dan terisolir,” lanjutnya.

Mantan Pangdam Pattimura ini juga meminta KKB untuk menghentikan penyerangan terhadap aparat yang bertugas menjaga keamanan di Papua dalam mendukung percepatan pembangunan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua.

Baca Juga: Syukuran Terpilih Jadi Anggota DPRD DKI Jakarta dari Dapil 7, Dadiyono Gelar Safari Ramadhan Bersama Bang Zaki dan Berikan Santunan untuk Yatim

“Saya tegaskan kembali agar KKB mengindahkan apa yang saya sampaikan, demi terwujudnya Papua sebagai surga dunia yang damai, indah, dan maju,” tandasnya.

Richard melanjutkan, KKB juga tak henti-hentinya mengganggu dan menyerang aparat yang sedang bertugas di tanah Papua. Hal ini membuat situasi di Papua tak kondusif dan sangat menghambat proses pembangunan untuk kemajuan Papua.

"Rekam jejak kejahatan dan kebiadaban KKB yang tidak berperikemanusiaan sudah tergambarkan dengan jelas. Mulai pembantaian terhadap masyarakat Orang Asli Papua maupun masyarakat pendatang yang tidak berdosa serta terhadap aparat yang bertugas membantu masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: CATAT Nomor Penting Ini! Kehabisan Bensin Karena Terjebak Macet di Tol Saat Mudik di Jateng? Jangan Panik, Tinggal Telepon Aja

"Bahkan KKB dengan kejamnya menyandera Pilot Susi Air Philips Mark Marthens Warga Negara Selandia Baru yang sudah lebih setahun ini sebagai tawanannya," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.