Jakarta

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga Pesisir Pandeglang Sempat Mengungsi

Yusuf Doank | 5 September 2026, 17:07 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga Pesisir Pandeglang Sempat Mengungsi
Gunung Anak Krakatau terjadi erupsi

AKURAT JAKARTA — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang disertai getaran pada Sabtu (5/9/2026) pagi sempat memicu kepanikan warga di wilayah pesisir Kabupaten Pandeglang, Banten.

Sejumlah penduduk bahkan sempat meninggalkan rumah untuk mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, memastikan kondisi masyarakat kini telah kembali kondusif.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Abu Vulkanis Capai 400 Meter

Pihaknya juga belum menerima laporan mengenai adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

"Alhamdulillah situasi dan kondisi kondusif. Sampai saat ini kami di BPBD belum atau tidak menerima adanya laporan kerusakan akibat aktivitas Anak Gunung Krakatau," ujar Riza saat dihubungi, Sabtu (5/9/2026).

Berdasarkan data pos pemantauan, Gunung Anak Krakatau mulai menunjukkan peningkatan aktivitas erupsi sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB.

Kepanikan warga pesisir dinilai wajar karena respons trauma atas riwayat aktivitas gunung api tersebut.

Namun, usai mendapat edukasi dari relawan Kampung Siaga Bencana (KSB), warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Guna mengantisipasi dampak lanjutan, BPBD-PK Pandeglang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mematuhi batasan zona bahaya.

Warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif serta dianjurkan menggunakan masker apabila terjadi hujan abu vulkanik.

Selain itu, petugas mengingatkan publik agar tidak menyebarkan rekaman foto maupun video lama yang tidak terverifikasi karena berpotensi memicu keresahan.

Masyarakat diminta hanya memantau perkembangan informasi resmi melalui kanal PVMBG, Badan Geologi, maupun BMKG.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y