Buka Workshop Penguatan Karakter Anak, Wabup Tangerang: Positive Parenting dan Literasi Digital Kunci Cetak Generasi Unggul

AKURAT JAKARTA – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, secara resmi membuka Workshop Penguatan Karakter Anak, Literasi Digital, dan Parenting yang digelar di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Senin (31/8/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengungkapkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi saat ini memberikan dua dampak yang saling berlawanan.
Di satu sisi, teknologi menjadi potensi besar yang bisa menjadikan anak lebih cerdas dan kritis. Namun di sisi lain, digitalisasi juga membawa tantangan berat dan kompleks bagi pengasuhan anak.
Oleh karena itu, Wabup Intan menegaskan bahwa penerapan positive parenting (pola pengasuhan positif) dan literasi digital yang cukup bagi anak-anak Generasi Z dan Generasi Alfa sangat penting serta perlu terus diperkuat.
“Pola pengasuhan yang positif atau positive parenting dan literasi digital sangat penting dan perlu terus diperkuat di era digital. Pengasuhan kaku atau serba melarang sudah tidak relevan lagi," tegasnya.
"Orang tua harus menerapkan positive parenting dengan menjadi teman diskusi yang hangat serta pembimbing yang bijak," lanjut Wabup Intan.
Wabup Intan menambahkan bahwa batasan fisik dan aturan penggunaan teknologi tetap harus ditegakkan secara seimbang oleh orang tua di rumah.
"Di sisi lain, pembatasan penggunaan gawai dan pengawasan konten tetap wajib dilakukan guna mencegah dampak buruk seperti keterlambatan bicara atau speech delay pada anak,” lanjutnya.
Baca Juga: Terobos Lampu Merah dan Lawan Arus, Pemotor Tewas Ditabrak Mobil di Depok
Tantangan Pengasuhan Generasi Z dan Generasi Alfa
Lebih lanjut, Wabup Intan menjelaskan bahwa anak-anak yang tumbuh saat ini merupakan Generasi Z dan Generasi Alfa yang lahir di tengah pesatnya transformasi digital.
Kecepatan mereka dalam mengadopsi teknologi digital bagaikan pisau bermata dua yang memerlukan perhatian serius dari orang tua.
"Jemari mereka sangat lincah berselancar di layar gawai dan mahir di dunia maya. Namun di balik itu, ada potensi bahaya jika tanpa pendampingan yang tepat. Kita tidak ingin anak-anak mahir di dunia maya tetapi kehilangan karakter dan kesantunan di dunia nyata," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





