Jakarta Masih Dikepung Banjir, 29 RT Tergenang, Ratusan Jiwa Bertahan di Pengungsian

AKURAT JAKARTA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 29 Rukun Tetangga (RT) masih tergenang banjir hingga Sabtu (31/1/2026) pagi.
Wilayah Jakarta Timur tercatat menjadi daerah terdampak paling signifikan dengan jumlah titik genangan dan pengungsi terbanyak.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa genangan air dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang disertai luapan sejumlah sungai besar di ibu kota.
Baca Juga: Kebon Pala Terendam Banjir Dua Meter, Warga Mengungsi ke Gedung Sekolah
"BPBD mencatat saat ini terdapat 29 RT yang masih terdampak. Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan bantuan tersalurkan," ujar Yohan dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu pagi.
Berdasarkan data hingga pukul 04.00 WIB, berikut rincian wilayah yang masih tergenang:
Jakarta Timur (22 RT): Terdiri dari 4 RT di Kelurahan Bidara Cina dan 18 RT di Kelurahan Kampung Melayu. Ketinggian air berkisar 20 hingga 50 sentimeter akibat luapan Kali Ciliwung.
Jakarta Utara (6 RT): Meliputi Kelurahan Kapuk Muara dan Marunda dengan ketinggian air 25 hingga 45 sentimeter akibat luapan Kali Angke dan Kali Nagrak.
Jakarta Selatan (1 RT): Terdapat di Kelurahan Pejaten Timur dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter.
Kondisi Pengungsian
Hingga saat ini, ratusan kepala keluarga (KK) dilaporkan masih bertahan di posko-posko pengungsian yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Di Kelurahan Kampung Melayu, tercatat lebih dari 800 jiwa mengungsi di SDN 01/02, Masjid Jami Itihadul Ikhwan, dan SMPN 26 Jakarta.
Sementara itu, di Kelurahan Bidara Cina, sebanyak 254 jiwa menempati Aula Masjid Al Abror, GOR Otista, dan SDN 05. Di wilayah Jakarta Utara, Masjid Nurul Jannah menjadi titik pengungsian bagi 40 warga Kelurahan Marunda yang terdampak luapan air.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan susulan masih mungkin terjadi.
Warga yang membutuhkan bantuan darurat atau evakuasi diminta segera menghubungi layanan pusat panggilan (call center) Jakarta Siaga 112.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





