Jakarta

Solidaritas Nyata Diberikan Ketika Mitra Terdampak Musibah

Ainun Kusumaningrum | 30 Agustus 2025, 21:45 WIB
Solidaritas Nyata Diberikan Ketika Mitra Terdampak Musibah

AKURAT JAKARTA - Tiga pengemudi ojek online menjadi korban insiden kericuhan demo di Jakarta pada 28-29 Agustus 2025.

Peristiwa tersebut memicu respons cepat dari Grab, yang menunjukkan komitmennya melampaui hubungan kerja biasa.

Mitra pertama adalah Aji Pratama, pengemudi GrabFood, mengalami luka di hidung akibat peluru karet dan dirawat di RSUD Tarakan.

Baca Juga: Halte dan Fasum Banyak yang Dirusak Massa Aksi Demo, Gubernur Pramono Sebut Masih Hitung Kerugiannya

Aji segera mendapat pendampingan dari perwakilan Grab, dengan seluruh biaya operasi dan perawatan ditanggung.

Tim Grab secara rutin hadir di rumah sakit untuk mendampingi Aji dan keluarganya.

Nasib serupa menimpa Moh Umar Amarudin, yang mengalami patah tulang rusuk setelah terinjak-injak di tengah kerumunan.

Baca Juga: Transjakarta Ungkap Ada 7 Halte yang Terbakar dan 16 Halte yang Dirusak Imbas Aksi Demo, Berikut Daftarnya

Seluruh biaya medis ditanggung, dan Grab bahkan mengganti telepon genggamnya yang hilang. Bantuan finansial harian juga diberikan kepada keluarganya.

Sementara itu, Almarhum Affan Kurniawan menjadi korban tabrakan kendaraan taktis.

Grab hadir di rumah duka dan pemakaman, menyampaikan belasungkawa, memberikan santunan, dan menyiapkan pendampingan hukum.

Kehadiran perwakilan Gojek menegaskan solidaritas lintas platform pada peristiwa tersebut.

Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, menyatakan, dukungan Grab hadir dalam tiga lapisan.

Pertama medis, seluruh biaya pengobatan Aji dan Umar ditanggung penuh. Kedua finansial santunan diberikan kepada keluarga Affan, dan bantuan harian diberikan kepada Umar.

Ketiga moral, manajemen hadir langsung di rumah sakit dan pemakaman, memberikan dukungan moral dan pendampingan hukum.

"Tidak ada santunan yang dapat menggantikan rasa sakit dan kehilangan. Namun, kami memastikan keluarga tidak menghadapi beban itu sendirian," kata Tirza.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa profesi pengemudi ojek daring sarat risiko.

Solidaritas yang ditunjukkan dalam musibah ini membuktikan bahwa hubungan antara perusahaan dan mitra tidak hanya sebatas transaksi, tetapi juga ikatan kemanusiaan yang kuat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.