Revitalisasi Rumput GBK Masih Dilakukan Secara Manual, Netizen Bergemuruh, Coach Justin: Ini Rumput Stadion, Bukan Sawah!

AKURAT JAKARTA - Saat ini sedang berlangsung pekerjaan revitalisasi rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.
Hal tersebut terlihat dari unggahan Humas GBK melalui akun Instagram @love_gbk, Rabu (26/6/2024).
Dalam unggahannya itu terlihat berbagai foto yang menampilkan revitalisasi rumput GBK yang dilakukan secara manual dengan dikeruk habis dan ditanam kembali.
"Pekerjaan ini dilakukan dengan melakukan revitalisasi lapisan rumput agar dapat menyesuaikan dengan iklim dan cuaca," jelasnya dalam caption unggahan.
Selain itu, mereka mengatakan bahwa revitalisasi lapisan rumput ini melibatkan berbagai pihak yang telah menangani persiapan Piala Dunia U-20 2023.
"Rangkaian proses di dalamnya ini melibatkan kembali stakeholder, tim dan tenaga ahli yang telah berpengalaman dalam menangani persiapan Piala Dunia U-20," katanya.
Lanjutnya, berbagai perbaikan tersebut meliputi pemeriksaan laboratorium, sterilisasi media tanam, leveling media tanam, penanaman rumput, proses grow-in dan perawatan intens, serta uji fungsi dan monitoring visual lapangan.
"(Hal ini) guna menyambut Round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia sebagai bentuk pelayanan publik kami bagi #GBKPeople" pungkasnya.
Namun, revitalisasi rumput GBK yang dilakukan secara manual ini, mendapat respon negatif dari netizen.
Bahkan, pengamat sepak bola Justinus Lhaksana, ikut mengomentari dengan cara pedas.
Pengamat sepak bola yang kerap disapa Coach Justin itu mengatakan, seharusnya revitalisasi stadion GBK dilakukan seperti stadion modern umumnya.
"Stadion modern itu rumputnya pake roll, tinggal digelar, ini bukan sawah pake ditanam," komentarnya dalam akun X @CoachJustinL, Rabu (26/6/2024).
Pengamat sepak bola Indonesia keturunan Belanda itu juga mempertanyakan manajemen GBK yang seharusnya paham bagaimana revitalisasi rumput di stadion modern.
"Bukannya management GBK pernah keluar negeri utk studi banding???? hadeeehhhhhhh" tanyanya.
Selain itu, netizen pun turut mengomentari dan mengkritik revitalisasi rumput secara manual yang dilakukan manajemen GBK.
"Sekelas GBK masa ga punya alat (teknologi modern) begini parah sih. Padahal profit terus loh kalo dilihat-lihat." komentar akun @ndristic.
"Untuk sekelas gbk pengerjaan rumputnya masih manual ya. Buat angkat rumput lama aja masih pakai pacul" komentar akun @muharamulhaq.
Pihak manajemen GBK sampai saat ini belum memberikan komentar terkait alasan pengerjaan revitalisasi ini menggunakan metode manual.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






