Siswa, Guru dan Keluarga Korban SMPN Jakarta Barat Segera Mendapatkan Pendampingan Psikososial

AKURAT JAKARTA - Seorang Siswa SMPN di Jakarta Barat yang tewas akibat terjatuh dari gedung sekolah pada (09/10/2023) mendapat perhatian langsung oleh KPAI.
Seluruh siswa beserta guru dan juga keluarga korban harus segera mendapatkan pendampingan psikososial serta penanganan pasca trauma.
Saat ini tercatat ada 4 pekerja sosial dan 4 psikolog dari Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) dan
Puskesmas.
Baca Juga: Heboh Ariel Noah Cium BCL, Nitezen: Udah Cocok
Mengingat banyaknya pihak yang perlu untuk mendapatkan pendampingan tentu jumlah peksos dan psikolog dinilai masih belum cukup.
Untuk itu perlu meminta bantuan tenaga psikolog kepada Kemen PPPA atau Fakultas Psikologi Universitas terdekat, dalam hal ini Universitas Tri Sakti atau Universitas Tarumanegara.
Proses pendampingan psikososial ini paling tidak selama 1 bulan dengan tingkat perubahan pasca trauma pada siswa dan keluarga.
Leading psikososial pada PPAPP Jakarta Barat, lalu setelah terminasi berakhir, agar ada assesemen yang harus diberikan kepada sekolah.
Amanah Undang-Undang Perlindungan Anak pada Pasal 59A, tentang perlindungan khusus anak, bahwa anak harus mendapatkan : (a) proses harus berjalan dengan cepat, (b) memberikan psikososial, (c) pemberian bantuan social, (d) adanya upaya perindungan hukum.
Pada kasus ini titik tekan bahwa proses penyelidikan hingga kesimpulan perkara harus berjalan dengan cepat.
Baca Juga: Denda Rp 500 Ribu, Tilang Uji Emisi Kembali Berlaku Awal November 2023
KPAI dalam hal ini Ketua KPAI Ai Maryati Solihah beserta tim melakukan pengawasan langsung ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Jakarta Barat tersebut dilanjutkan dengan rapat koordinasi dengan beberapa stakeholder terkait.
Dalam pengawasan tersebut membahas upaya yang harus segera dilakukan serta meningkatkan sinergi antar Perangkat Daerah yang ada di Wilayah Jakarta Barat.
Usai berkoordinasi, KPAI menyampaikan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian semua pihak. Kepada pihak sekolah, agar menjadikan kejadian ini sebagai upaya evaluasi menyeluruh dan juga titik balik untuk melakukan sistem pengawasan terbaik bagi siswa serta melakukan upaya pencegahan dengan lebih baik.
"Serta sekolah melibatkan warga masyarakat dalam mewujudkan sekolah Ramah Anak dan sekolah aman untuk anak," tutur Ai Maryati dalam keteranganya, Rabu (11/10/2023).
Lebih lanjut Ai menyampaikan, kepada Kepala Sudin Pendidikan, agar melakukan pemantauan dan juga melakukan koordinasi intensif dengan kepala sekolah dan juga Perangkat Daerah terkait tentang pembentukan TPPK di tingkat propinsi, kabupaten dan sekolah.
Serta memberikan pengarahan kepada Guru BK di seluruh sekolah agar melakukan deteksi dini serta upaya identifikasi terjadinya kekerasan dan/atau upaya membahayakan diri para siswa ketika di sekolah.
Sementara itu, Kapolsek Cengkareng, Kompol Hasoloan Situmorang mengkonfirmasi bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, insiden siswa SMP jatuh di sekolah ini bukan karena disebabkan perundungan seperti informasi yang beredar sebelumnya.
“Langkah-langkah penyelidikan dari Kepolisian tetap berjalan sampai hari ini, nanti kita akan mengeluarkan rilis resminya supaya gamblang, tapi yang pasti terkait beredarnya informasi awal kemarin itu ada perundungan, dan seterusnya itu sampai saat ini tidak kita temukan.” Jelas Hasoloan saat dikonfirmasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






