Jakarta

Siswa, Guru dan Keluarga Korban SMPN Jakarta Barat Segera Mendapatkan Pendampingan Psikososial

Fadhil Dhuha Rizqullah | 11 Oktober 2023, 21:43 WIB
Siswa, Guru dan Keluarga Korban SMPN Jakarta Barat Segera Mendapatkan Pendampingan Psikososial

AKURAT JAKARTA - Seorang Siswa SMPN di Jakarta Barat yang tewas akibat terjatuh dari gedung sekolah pada (09/10/2023) mendapat perhatian langsung oleh KPAI.

Seluruh siswa beserta guru dan juga keluarga korban harus segera mendapatkan pendampingan psikososial serta penanganan pasca trauma.

Saat ini tercatat ada 4 pekerja sosial dan 4 psikolog dari Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP)  dan
Puskesmas. 

Baca Juga: Heboh Ariel Noah Cium BCL, Nitezen: Udah Cocok

Mengingat banyaknya pihak yang perlu untuk mendapatkan pendampingan tentu jumlah peksos dan psikolog dinilai masih belum cukup.

Untuk itu perlu meminta bantuan tenaga psikolog kepada Kemen PPPA atau Fakultas Psikologi Universitas terdekat, dalam hal ini Universitas Tri Sakti atau Universitas Tarumanegara.

Proses pendampingan psikososial ini paling tidak selama 1 bulan dengan tingkat perubahan pasca trauma pada siswa dan keluarga.

Baca Juga: Jelang MotoGP Mandalika 2023, 5 Riders Honda Gelar Meet and Greet di Jakarta, Ada Pembalap Moto3 Indonesia

Leading psikososial pada PPAPP Jakarta Barat, lalu setelah terminasi berakhir, agar ada assesemen yang harus diberikan kepada sekolah.

Amanah Undang-Undang Perlindungan Anak pada Pasal 59A, tentang perlindungan khusus anak, bahwa anak harus mendapatkan : (a) proses harus berjalan dengan cepat, (b) memberikan psikososial, (c) pemberian bantuan social, (d) adanya upaya perindungan hukum.

Pada kasus ini titik tekan bahwa proses penyelidikan hingga kesimpulan perkara harus berjalan dengan cepat.

Baca Juga: Denda Rp 500 Ribu, Tilang Uji Emisi Kembali Berlaku Awal November 2023

KPAI dalam hal ini Ketua KPAI Ai Maryati Solihah beserta tim melakukan pengawasan langsung ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Jakarta Barat tersebut  dilanjutkan dengan rapat koordinasi dengan beberapa stakeholder terkait.

Dalam pengawasan tersebut membahas upaya yang harus segera dilakukan serta meningkatkan sinergi antar Perangkat Daerah yang ada di Wilayah Jakarta Barat.

Usai berkoordinasi, KPAI menyampaikan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian semua pihak. Kepada pihak sekolah, agar menjadikan kejadian ini sebagai upaya evaluasi menyeluruh dan juga titik balik untuk melakukan sistem pengawasan terbaik bagi siswa serta melakukan upaya pencegahan dengan lebih baik.

"Serta sekolah melibatkan warga masyarakat dalam mewujudkan sekolah Ramah Anak dan sekolah aman untuk anak," tutur Ai Maryati dalam keteranganya, Rabu (11/10/2023).

Lebih lanjut Ai menyampaikan, kepada Kepala Sudin Pendidikan, agar melakukan pemantauan dan juga melakukan koordinasi intensif dengan kepala sekolah dan juga Perangkat Daerah terkait tentang pembentukan TPPK di tingkat propinsi, kabupaten dan sekolah.

Serta memberikan pengarahan kepada Guru BK di seluruh sekolah agar melakukan deteksi dini serta upaya identifikasi terjadinya kekerasan dan/atau upaya membahayakan diri para siswa ketika di sekolah.

Sementara itu, Kapolsek Cengkareng, Kompol Hasoloan Situmorang mengkonfirmasi bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, insiden siswa SMP jatuh di sekolah ini bukan karena disebabkan perundungan seperti informasi yang beredar sebelumnya. 

“Langkah-langkah penyelidikan dari Kepolisian tetap berjalan sampai hari ini, nanti kita akan mengeluarkan rilis resminya supaya gamblang, tapi yang pasti terkait beredarnya informasi awal kemarin itu ada perundungan, dan seterusnya itu sampai saat ini tidak kita temukan.” Jelas Hasoloan saat dikonfirmasi

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.