Jakarta

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Nus Kei, Dendam Pribadi Terkait Kasus di Bekasi

Yusuf Doank | 20 April 2026, 20:58 WIB
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Nus Kei, Dendam Pribadi Terkait Kasus di Bekasi
Ilustrasi. Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Nus Kei, Dendam Pribadi Terkait Kasus di Bekasi

AKURAT JAKARTA – Polres Maluku Tenggara berhasil mengungkap motif di balik penikaman maut terhadap Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei (59).

Pelaku mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena dendam pribadi yang berakar dari perselisihan lama di Jakarta.

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, menjelaskan bahwa pelaku meyakini Nus Kei merupakan dalang di balik pembunuhan saudara pelaku berinisial FW yang terjadi di Bekasi beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Harga LPG 3 Kg Dipastikan Tidak Naik, Pemerintah Fokus Benahi Rantai Distribusi

"Motifnya dendam pribadi. Pelaku menduga korban adalah otak di balik pembunuhan saudara mereka yang terjadi di samping Apartemen Metro Galaxy, Kalimalang, Bekasi," kata AKBP Rian kepada awak media, Senin (20/4/2026).

Peristiwa penikaman terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026) sesaat setelah korban mendarat dari Ambon.

Pukul 11.00 WIT: Korban yang baru tiba dijemput keluarga, namun tiba-tiba didekati pria bermasker jaket merah yang langsung melakukan penikaman.

Pukul 11.10 WIT: Keluarga mengevakuasi korban ke rumah sakit dalam kondisi luka parah.

Pukul 11.44 WIT: Korban dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat dan kerusakan organ vital.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Nus Kei menderita empat luka tusuk fatal pada bagian dada, leher, dan tulang belakang.

Kepolisian kini tengah mendalami identitas pelaku dan memastikan proses hukum berjalan transparan. Pihak Partai Golkar juga mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya guna menghindari potensi konflik lanjutan di masyarakat.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y