Dua Wanita Lebak Penginjak Al-Qur'an Resmi Ditahan, Jadi Tersangka Penistaan Agama, Ini Tampang Pelakunya!

AKURAT JAKARTA – Satreskrim Polres Lebak resmi menetapkan dua orang wanita berinisial NR dan MT sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.
Penetapan ini buntut dari video viral yang memperlihatkan aksi keduanya menginjak kitab suci Al-Qur'an saat melakukan sumpah.
Kasi Humas Polres Lebak, Iptu Moestafa Ibnu Syafir, mengonfirmasi bahwa kedua warga Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, tersebut telah ditahan oleh pihak kepolisian sejak Sabtu (11/4/2026) lalu.
"Sudah ditetapkan sebagai tersangka. Iya, langsung ditahan," ujar Iptu Moestafa kepada awak media, Senin (13/4/2026).
Motif dan Kronologi Penistaan Agama
Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menyatakan bahwa kedua tersangka melakukan aksi tersebut secara sadar.
Aksi menginjak Al-Qur'an dilakukan sebagai bentuk sumpah terkait perselisihan dugaan kasus pencurian.
Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa tata cara sumpah tersebut menyimpang dan menghina simbol agama Islam.
"Cara sumpah Al-Qur'an juga bukan seperti itu. Yang memberatkan adalah kitab suci Al-Qur'an diletakkan di bawah kaki, seharusnya di atas kepala," jelas Moestafa.
Polisi menambahkan bahwa motif penistaan sangat jelas karena para pelaku memahami kedudukan Al-Qur'an sebagai kitab suci.
"Dengan sengaja mereka jelas melakukan penistaan. Motifnya jelas karena mereka tahu Al-Qur'an itu kitab suci," tambahnya.
Jeratan Pasal dan Ancaman Pidana
Atas perbuatannya, NR dan MT dijerat dengan pasal berlapis terkait penyesuaian hukum pidana terbaru:
Tersangka NR dijerat Pasal 301, Pasal 300, atau Pasal 305 jo Pasal 20 UU No. 1 Tahun 2023 jo UU No. 1 Tahun 2026.
Sedangkan tersangka MT dijerat Pasal 300 atau Pasal 305 jo Pasal 20 UU No. 1 Tahun 2023 jo UU No. 1 Tahun 2026.
Iptu Moestafa mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri atau melakukan cara-cara yang melanggar norma agama jika terjadi perselisihan.
Ia menyarankan agar warga segera melapor ke kantor polisi terdekat jika ada masalah atau perselisihan terkait hukum.
"Yang menyuruh dan yang disuruh sama-sama salah secara hukum. Jika ada masalah pencurian, lebih baik dilaporkan ke polisi agar hal serupa tidak terulang," tegasnya.
Imbauan Kamtibmas
Polres Lebak meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh video yang beredar di media sosial.
Polisi menjamin penanganan kasus ini dilakukan secara cepat, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
"Polres Lebak sudah melakukan penindakan cepat. Kami tegaskan bahwa proses hukum sedang berjalan dengan transparan," pungkas Moestafa. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




