Usai Kasus Keracunan MBG di Jaktim, Dinkes DKI Perketat Pengawasan SPPG Melalui Pembinaan hingga Evaluasi SOP

AKURAT JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan akan memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa di Jakarta Timur.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan pengawasan dilakukan melalui pembinaan penjamah makanan, inspeksi kesehatan lingkungan, serta evaluasi kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).
"Semua penjamah makanan sudah dilatih. Mulai dari yang masak, bahkan pemilik SPPG-nya, semua itu sudah kita latih secara gratis," kata Ani kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, setiap dapur MBG baru wajib mengikuti pelatihan higiene sanitasi sebelum beroperasi.
Selain itu, Dinkes juga melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) untuk memastikan seluruh proses pengolahan makanan memenuhi standar kesehatan.
"Kita lihat apakah alurnya, lokasinya, sumber airnya itu semuanya sudah sesuai. Kalau ada yang belum sesuai kita kasih catatan mana saja yang harus diperbaiki," ujarnya.
Ani menjelaskan, setelah fasilitas memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pengawasan tetap dilakukan secara berkala melalui inspeksi lanjutan.
Namun ia mengakui pengawasan tidak bisa dilakukan setiap hari karena jumlah fasilitas yang cukup banyak.
"Sesudah sebuah SPPG punya SLHS, kita melakukan IKL lagi secara berkala, tapi tentu tidak tiap hari. Karena di Jakarta ada lebih dari 400 SLHS," katanya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya pengawasan internal dari pihak penyedia makanan melalui penerapan SOP yang ketat dalam setiap tahapan pengolahan dan distribusi makanan.
"Jadi SPPG sendiri juga harus patuh terhadap SOP-nya. Ketika ada kejadian, pasti kita lihat ada SOP apa yang dilanggar," katanya.
Terkait kasus keracunan MBG di Jakarta Timur, Ani mengatakan Dinkes masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk menunggu hasil uji laboratorium.
Baca Juga: Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Terkait Dugaan Hoaks
Proses evaluasi dilakukan melalui pemeriksaan lapangan, wawancara dengan petugas dapur, pengelola, serta korban.
"Nanti kita sudah investigasi, kita kumpulkan semua, dilihat kondisi di lapangan termasuk wawancara dengan petugasnya, dengan pemiliknya, dengan korban. Semuanya nanti kita kombinasikan dengan hasil laboratorium," ujarnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026



