Nonton Wayang Kulit Semalam Suntuk di TMII, Dalangnya Ki Sri Susilo Thengkleng, Malam Tahun Baru 2024 Pasti Seru!

AKURAT JAKARTA - Bagi kalian yang suka pertunjukan wayang kulit, jangan lupa nanti malam datang ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur.
Dalam rangka merayakan tahun baru 2024, TMII menyelenggarakan berbagai acara. Mulai dari konser musik hingga pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Sri Susilo Thengkleng.
Suguhan yang dikemas dengan mengusung konsep One There Land ini digelar selama 12 hari, dan ditutup dengan pentas wayang kulit dengan dalang Ki Sri Susilo Thengkleng.
Rangkaian event akhir tahun ini sudah digelar sejak Kamis 21 Desember 2023 dan akan berakhir pada Selasa 2 Januari 2024.
Direktur Operasional TMII, Arie Prasetyo, mengatakan bahwa khusus pada malam tahun baru 2024, TMII bakal menampilkan firework atau pesta kembang api yang terpusat di satu titik.
Pertunjukkan kembang api di TMII ini akan digambarkan dengan banyak tema hingga motif dari seluruh wilayah Indonesia.
Selain pesta kembang api, pada malam pergantian tahun di TMII juga akan digelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Sri Susilo Thengkleng, di Gedung Sasono Utomo TMII.
Bagi pengunjung yang malas pulang usai pesta kembang api, bisa langsung menuju ke gedung Sasono Utomo untuk nonton pertunjukan wayang kulit.
"Jadi, bagi yang masih malas pulang, bisa langsung nonton wayang kulit sampai jam 04.00 WIB pagi," kata Arie.
Pertunjukan wayang kulit ini akan dimainkan oleh Dalang Ki Sri Susilo Thengkleng. "Dalangnya Ki Susilo Thengkleng. Jadi yang hobi wayang kulit, jangan langsung pulang," sambungnya.
Ki Sri Susilo merupakan dalang asal Boyolali. Ia lebih akrab dipanggil Dalang Thengkleng. Panggilan Thengkleng berasal dari Dalang kondang, Ki Anom Suroto.
Diceritakan, pada tahun 1999, dirinya diundang untuk manggung bersama sejumlah dalang di Balai Kota Solo. Saat Sri Susilo sedang manggung, Ki Anom Suroto datang dan melihat penampilannya.
Lalu, Ki Anom Suroto nyeletuk: “Dalang kok kayak thengkleng (masakan khas Solo), tapi terampil memainkan wayang.”
Ucapan Ki Anom Suroto ini didasarkan pada postur tubuh Sri Susilo yang tergolong cukup kurus tapi tinggi.
Sejak saat itu, dirinya lebih dikenal dengan panggilan Dalang Thengkleng. Menurutnya, julukan ini membawa hoki tersendiri.
Lelaki kelahiran 8 Juli 1962 itu mengaku, mewarisi bakat mendalang dari ayah dan kakeknya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







