Sempat Kesulitan Belajar Coding, Mahasiswi Unesa Ini Justru Lulus dengan IPK 3,92

AKURAT JAKARTA - Meraih IPK tinggi tidak selalu berarti perjalanan kuliah berjalan mulus sejak awal.
Nelani Shafatia Zulatifa, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), justru pernah kesulitan memahami pemrograman pada semester pertama.
Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya menyerah hingga akhirnya meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Teknik dengan IPK 3,92.
Mahasiswi asal Bojonegoro, Jawa Timur, itu menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) dan diwisuda pada 26 September 2026.
Pencapaiannya menjadi hasil dari proses belajar yang dibangun secara konsisten, bukan sekadar mengandalkan kemampuan akademik sejak awal.
Kesulitan Memahami Coding Jadi Titik Balik
Meski memiliki latar belakang peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) saat sekolah, Nelani tetap menghadapi tantangan ketika mulai mempelajari dasar-dasar pemrograman.
Mata kuliah Pemrograman Dasar, terutama penggunaan bahasa C++, menjadi salah satu materi yang membutuhkan usaha ekstra.
Ia menyadari bahwa mengikuti perkuliahan saja belum cukup untuk memahami logika pemrograman.
Nelani kemudian membiasakan diri berlatih secara mandiri pada pagi, siang, hingga malam hari.
Baca Juga: Gunung Sibayak Ditutup Sebulan, Alam Butuh Waktu untuk Pulih dari Aktivitas Pendakian
Untuk memperdalam materi, ia juga memanfaatkan sumber belajar tambahan seperti W3Schools.
Materi dan latihan yang tersedia membantunya mengulang pelajaran di luar kelas sekaligus memperkuat pemahaman secara bertahap.
Kebiasaan tersebut menjadi bagian penting dari rutinitasnya selama kuliah.
Nelani berusaha menjaga konsistensi belajar agar kesulitan yang dialami pada awal perkuliahan tidak menghambat pencapaian akademiknya.
Aktif Berorganisasi dan Dipercaya Membantu Dosen
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






