Roblox Dipakai untuk Belajar Matematika, Ide Mahasiswa Untidar Ini Antarkannya Jadi Wisudawan Terbaik

AKURAT JAKARTA - Bagi sebagian anak, Roblox mungkin hanya menjadi permainan untuk mengisi waktu luang.
Namun, bagi Farid Azhar, game tersebut justru bisa menjadi pintu masuk untuk membuat matematika terasa lebih dekat dengan kehidupan siswa.
Ide tersebut mengantarkan Farid, lulusan S1 Pendidikan Matematika Universitas Tidar (Untidar), Magelang, pada sebuah penelitian yang menggabungkan Roblox, matematika, dan budaya lokal.
Penelitiannya bahkan membuat Farid bisa menyelesaikan pendidikan sarjana tanpa skripsi dan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pada wisuda Untidar ke-75.
Farid mengembangkan modifikasi game Roblox yang mengintegrasikan konsep etnomatematika dengan candi-candi di wilayah Magelang.
Penelitiannya berjudul “Development Of Geoarcala Roblox Game Integrating Ethnomathematics Of Magelang Temples To Enhance Critical Thinking Ability” dan telah dipublikasikan di portal Sinta 2.
Alih-alih meminta siswa mempelajari matematika hanya melalui soal di buku, Farid mencoba memasukkan konsep tersebut ke dalam dunia yang sudah akrab dengan anak-anak.
“Game Roblox populer di kalangan anak sekolahan. Hal ini menginspirasi untuk membuat modifikasi game ini dengan matematika, khususnya matematika sambil mengenalkan candi-candi di wilayah Magelang,” kata Farid di laman Untidar, dikutip Minggu (4/10/2026).
Dalam penelitian tersebut, Farid menguji konsep geometri tabung melalui Roblox kepada siswa kelas 9 SMPN 1 Salaman.
Siswa diajak menjelajahi sejumlah candi di Magelang sekaligus menyelesaikan tantangan matematika selama permainan.
Baca Juga: Selama 14 Tahun Digelar Siang, Gandrung Sewu Banyuwangi Kini Tampil di Bawah Cahaya Malam
“Siswa diajak mempelajari matematika dengan cara yang mereka sukai atau menyenangkan,” tambahnya.
Kasus Farid menunjukkan bahwa game yang selama ini kerap dianggap hanya sebagai hiburan ternyata dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman belajar yang berbeda.
Roblox tidak sekadar menjadi tempat bermain, tetapi diubah menjadi ruang bagi siswa untuk berlatih matematika dan mengenal lingkungan budaya di sekitar mereka.
Prestasi Farid tidak berhenti pada penelitiannya.
Ia lulus dengan IPK 3,99 dan menyelesaikan kuliah dalam waktu 3 tahun 9 bulan 8 hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


